Jepang Sanggupi $155 Juta

Jepang Sanggupi $155 Juta

Syarat Lebih Ringan Dirundingkan Widjojo Di Tokyo

Jakarta, 10 April 1971 – Pemerintah Jepang hari Jum’at telah menyanggupi bantuan kredit sebesar 155 juta dollar untuk tahun 71/72 dengan syarat lebih lunak daripada yang sebelumnya.

Menteri Keuangan Ali Wardana dalam keterangannya Sabtu pagi kepada wartawan SH mengatakan bahwa jumlah tersebut 10 juta dollar lebih daripada bantuan Jepang untuk tahun yang sudah dan meliputi 125 juta devisa kredit dan bantuan proyek, serta 30 juta dollar untuk bantuan pangan atau proyek.

Komitmen yang diberikan oleh Jepang telah dilaporkan oleh Ketua Bapenas Prof. Widjojo yang semenjak beberapa hari mengadakan perundingan di Tokyo sebagai persiapan dilangsungkannya konferensi IGGI di Amsterdam.

Syarat Jepang yang lebih lunak dari tahun yang lalu antara lain meliputi diperpanjangnya waktu pengembalian dari 20 menjadi 25 tahun termasuk grace periode 7 tahun, sedangkan tingkat bunga diturunkan setengah persen menjadi 3% pertahun.0035-1

Oleh sementara peninjau moneter di Ibukota, kesedian Jepang memberikan komitmen lebih lekas dari praktek sebelumnya menunjukkan adanya perubahan yang lebih positif di negeri tersebut tentang usaha pembangunan di Indonesia. Juga dicatat bahwa akhirnya Jepang mulai melangkah ke Syarat yang lunak sekalipun belum seringan sebagai apa yang dikenal dengan “new DAC term” yang dianjurkan oleh laporan pearson dari World Bank.

Juga belum diperoleh keterangan apakah kredit tersebut adalah “untied” yakni dapat dibelanjakan di negara berkembang di luar Jepang seperti diperjuangkan oleh RI selama ini. (SH)