IADSA: Evolusi Nutrisi Sudah Terjadi Saat Ini

Hidup sehat tidak hanya konsumsi buah dan sayur, tetapi juga rutin melakukan aktivitas fisik dan periksa kesehatan. (Ist)

SHNet, Jakarta- Dewan Pakar Ilmiah International Alliance of Dietary Supplement Associations (IADSA) Andrew Show mengatakan, para pelaku di industri nutrisi telah menyadari terjadinya fenomena pergeseran pola gaya hidup yang berakibat pada pergeseran pola penyakit.

Menurutnya, ilmuwan gizi dan pembuat kebijakan di negara maju telah menggeser fokus mereka dari sebelumnya berurusan dengan penyakit yang disebabkan kekuarangan nutrisi ke paradigma baru yang bertujuan untuk mengatasi kondisi kelebihan nutrisi.

“Keilmuan tentang nutrisi telah melakukan evolusi, mulai dari menggunakan pendekatan reduksionis,” ujar Andrew kepada wartawan, di Hotel Westin Jakarta, Kamis (27/4).

Dia menjelaskan, pendekatan ini telah diperluas dalam beberapa tahun terakhir untuk menjadi lebih holistik agar masyarakat lebih memahami peran nutrisi dalam konteks yang lebih luas dari pola diet.

“Pada akhirnya pendekatan ini akan berujung pada pemahaman penuh dari lanskap diet hubungan interaksi antara faktor gizi, diet, sosial perilaku dan lingkungan.,” kata Andrew.

Michelle Stout, pakar dari IADSA memaparkan pengalaman dan pengetahuannya mengenai pendekatan nutrisi untuk mengurangi dan mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM) yang terbukti dapat mengurangi biaya perawatan kesehatan di beberapa negara maju.

“Evolusi nutrisi sudah terjadi di dunia ini terkait gizi, diet dan lingkungan. Pendekatan nutrisi yang baik bisa menurunkan biaya kesehatan,” ungkap Michelle.

Dia memberikan contoh, ada studi di Amerika yang meneliti sekelompok orang yang mengkonsumsi omega 3. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang mengkonsumsi omega 3 dapat menurunkan biaya kesehatan khususnya untuk kardiovaskular.

Sementara itu Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan dr H R Dedi Kuswanda, M.Kes mengatakan, kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan gerakan yang digagas pemerintah untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran berperilaku hidup sehat di kalangan masyarakat Indonesia.

Fokus utama GERMAS adalah 2016-2017 melakukan olahraga secara teratur, konsumsi sayur dan buah serta memeriksa kesehatan secara berkala.

Menurut Ketua Umum Aliansi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI) Patrick A Kalona, hidup sehat tidak hanya konsumsi buah dan sayur, tetapi juga rutin melakukan aktivitas fisik dan periksa kesehatan. (Stevani Elisabeth)