Yuk…Dolan Ke Banyumas

Yuk…Dolan Ke Banyumas

Banyumas, Negeri 1001 Curug. (Ist)

SHNet, Jakarta-Banyumas selalu identik dengan Baturraden. Destinasi wisata alam yang satu ini memang menjadi ikon dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Namun, daerah yang luasnya 132.759,56 hektar ini ternyata memiliki banyak obyek wisata yang tak kalah menariknya dengan Baturraden. Terletak di selatan lereng Gunung Slamet ini, Banyumas memiliki banyak air terjun (curug), sehingga dijuluki Negeri 1001 Curug.

Obyek wisata Baturraden menjadi ikon wisata Banyumas. (Ist)
Obyek wisata Baturraden menjadi ikon wisata Banyumas. (Ist)

“Kalau berkunjung ke Banyumas, jangan hanya berhenti di Baturraden saja. Wilayah kami banyak obyek wisata yang tak kalah menariknya dengan Baturraden. Ada wisata alam, budaya, sejarah dan religi, kami punya. Suka berpetualang di alam, kami punya banyak curug yang tak kalah dengan Grojokan Sewu di Tawangmangu. Ingin lihat kawanan kera, tidak usah jauh-jauh ke Sangeh, cukup ke Masjid Saka Tunggal dan Taman Kera Wangon di Purwokerto,” papar Kepala Bidang Pariwisata, Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Saptono Supriyanto kepada SHNet, di Jakarta, Kamis (2/3).

Ada tiga curug yang tidak boleh dilewatkan kala kita berkunjung ke Banyumas. Di kawasan Baturraden, ada Curug Gumawang. Memiliki ketinggian 25 meter, curug ini berair jernih dan membentuk telaga kecil di bawahnya. Banyak anak yang tinggal di sekitar Baturraden melakukan atraksi lompat dari puncak air terjun dan menyelam untuk mengambil uang logam yang dilempar oleh pengunjung.

Ada juga curug yang tingginya 80 meter. Curug Cipendok namanya, terletak 25 km ke arah barat Kota Purwokerto. Curug Ceheng dengan ketinggian 30 meter juga tak kalah menariknya. Letaknya di Kecamatan Sumbang, 11 km ke arah timur laut Purwokerto.

Museum Jenderal Soedirman di Purwokerto. (www.banyumaskab.go.id)
Museum Jenderal Soedirman di Purwokerto. (www.banyumaskab.go.id)

Bagi yang gemar dengan wisata sejarah, dapat mengunjungi Museum BRI, Museum Jenderal Soedirman, Museum Wayang Sendang Mas serta Kota Lama. Ingin wisata religi, kita dapat kunjungi Masjid Saka Tunggal dan Goa Maria.

Banyumas juga memiliki taman-taman rekreasi seperti Andang Pangrenan, Dreamland Ajibarang dan Balai Kemambang. Belum lagi atraksi seni budaya yang ada di daerah ini seperti Tari Lengger dan Calung Banyumasan, Wayang Kulit Gragag, Ebeg dan sebagainya.

Tari Lengger, kesenian dari Banyumas. (Ist)
Tari Lengger, kesenian dari Banyumas. (Ist)

Wisata ke Banyumas tidaklah lengkap kalau tidak mencicipi kuliner khasnya. Banyak orang mungkin hanya tahu tempe mendoan, tetapi Banyumas juga punya Soto Sokaraja yang mirip dengan Coto Makassar, getuk goreng dan jenang jaket. Pusat kuliner tersebut berada di GOR Satya dan buka 24 jam.

Soto Jalan Bank, Purwokerto, wajib dikunjungi saat berada di Banyumas. (www.pesonanegeri.com)
Soto Jalan Bank, Purwokerto, wajib dikunjungi saat berada di Banyumas. (www.pesonanegeri.com)

Saptono mengatakan, tarif masuk ke setiap tempat wisata di Banyumas tidak mahal. “Untuk tiket terusan di Baturraden, pengunjung dikenakan tarif Rp 14.000,-, per orang. Dengan harga tersebut, pengunjung dapat menikmati pancuran tujuh, telaga sunyi, Curug Gumawang, sumber air panas di pancuran telu dan pancuran pitu, theater alam dan kolam renang air dingin. Ke Taman Balai Kemambang, pengunjung dikenakan tarif Rp 3000,- per orang. Setiap sore di taman ini ada lomba ibu-ibu suapin anak-anak. Tunggu apa lagi, ayo dolan ke Banyumas, negeri 1001 curug,” jelas dia.

Ia menjelaskan, pada 2016 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Banyumas baik wisman maupun wisnus ada 1,8 juta orang. Target 2017, kunjungan wisatawan ke Banyumas mencapai 1,2 juta orang. Pariwisata menyumbang Rp 9,8 milyar bagi PAD Kabupaten Banyumas pada 2016.

Bagaimana dengan tempat penginapan dan hotel? Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Banyumas Heru Permana menjelaskan, wisatawan tidak perlu khawatir berada di Banyumas, karena di sana ada 150 tempat penginapan termasuk hotel berbintang.

“Di sana ada beberapa hotel bintang seperti Java Heritage, Santika, Amaris dan Dafam. Ada juga penginapan dan wisma non bintang dengan tarif yang terjangkau,” ujar Heru. (Stevani Elisabeth)