RAFI Cirebon, Seniman Musisi Dankdut Kerakyatan

RAFI Cirebon, Seniman Musisi Dankdut Kerakyatan

ilustrasi / ist

SHNet – Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa genre musik Dankdut yang dipelopori H Rhoma Irama kini menjadi komoditi bergengsi sehingga diakui sebagai aset nasional juga, dan salut kepada Indosiar yang jeli mengangkatnya menjadi bisnis hiburan malam mendunia bagi pemirsa-pemirsa loyalisnya.

Namun demikian bukan berarti bebas dikomentari oleh publik terutama atas kejadian tersenggolnya kontestan RAFI yang Musisi talenta pembaharu Dankdut multi genre secara kontroversial oleh Juri-juri non musisi itu.

Ada banyak modal dasar yang sama antara RAFI dengan H Rhoma Irama, yaitu piawai memetik alat musik gitar sambil bernyanyi dan sama-sama mewakili masyarakat akar rumput sebagai asal usul persemaian musik genre Dankdut itu sendiri. Bedanya di era kiprahnya dan RAFI lebih dulu kental dengan genre Regae bahkan piawai memainkan perangkat musik organ elektrik.

‎Faktor-faktor sosial budaya inilah yang tampaknya luput dari penilaian 2 (dua) juri (yang berkapasitas pelantun Dankdut saja) pemberi lampu merah kepada RAFI sehingga menghambat kehadiran formal puncak calon potensial diva Dankdut di pentas Dankdut Academy Indosiar tersebut.

‎Tampilan RAFI terakhir melantunkan lagu Gali Lobang ciptaan H Rhoma Irama tanpa menyandang gitarnya dan diakui Komentator Nazar sebagai mengandung nuansa pembaharuan disertai aransemen musik baru dari Band, semoga menjadi pertanda kuat akan hadirnya pelanjut H Rhoma Irama generasi multi genre Dankdut Kerakyatan.

Jakarta, 22 Maret 2017

KelBes Pejoang45,
Pandji R Hadinoto
www.jakarta45.wordpress.com