Politik Kemerdekaan Proklamasi Indonesia 17845

Politik Kemerdekaan Proklamasi Indonesia 17845

ilustrasi / idpelago.com

SHNet – ‎Gagasan Revolusi Mental muncul ketika \’JokoWi Setuju 6 Jenis Manusia Versi Mochtar Lubis Dihilangkan\’ [Tempo, 19 Agustus 2014] yaitu ikhwal ciri-ciri manusia yang disampaikan Mochtar Lubis saat berpidato di Taman Ismail Marzuki16 April 1977 berjudul \’Manusia Indonesia\’. yakni 1) munafik atau hiporkrit, 2) enggan dan segan bertanggung jawab, 3) bersikap dan berperilaku feodal, 4) percaya tahayul, 5) artistik (berbakat seni), dan 6) lemah watak atau karakter;‎

S‎ungguh bijaksana sekiranya Revolusi Mental itu

1) terutama bertumpu pada amanat Pembukaan UUD 1945 yang tersusun dalam 4 (empat) alinea, yang sebenarnya dapat dijabarkan dalam 7 (tujuh) bagian yang bisa disebut sebagai 7 (Tujuh) Cita *Politik Kemerdekaan Proklamasi Indonesia* yakni :‎

(1.1) ‎Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan Perikemanusiaan dan Perikeadilan; ‎

(1.2) ‎Kemerdekaan Negara Indonesia ‎yang ‎Merdeka, Bersatu, Berdaulat,‎ ‎Adil dan Makmur;Pemerintahan Negara Indonesia yang

(1.3) ‎Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,

(1.4) ‎Memajukan kesejahteraan umum‎;

(1.5) ‎Mencerdaskan kehidupan bangsa,

(1.6) Ikut melaksanakan ‎Ketertiban Dunia yang berdasarkan Kemerdekaan, Perdamaian Abadi dan Keadilan sosial;

(1.7) ‎Susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.‎

2) oleh sebab itu layak berketeguhan pada Tegakkan Politik Konstitusi Pancasila‎ Indonesia 26Peb17 :
http://sinarharapan.net/2017/02/tegakkan-politik-konstitusi-pancasila-indonesia/‎

3) selain berkerangka 7 (tujuh) Strategi Ketahanan Bangsa Indonesia sebagai ‎penguat taktis operasional dalam pemberdayaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yakni (3.1) Keagamaan Tidak Rawan, (3.2) Ideologi Tidak Retak, (3.3) Sosial Politik Tidak Resah, (3.4) Sosial Ekonomi Tidak Ganas, (3.5) Sosial Budaya Tidak Pudar, (3.6) HanKamNas Tidak Lengah, (3.7) Ekologi (Lingkungan) Tidak Gersang,‎

‎4) dan berkeseharian selalu pekikkan MERDEKA [1Sep45] serta budayakan SALAM 17845 cerminan : (a) tanggal akumulasi kesejarahan Perjuangan Indonesia Merdeka sejak awal abad-20, (b) pemaknaan utama tentang 17 butir Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 / Roh Indonesia Merdeka + 8 butir Kepemimpinan Hastabrata + 45 butir Pengamalan Pancasila per Tap MPRRI No XVIII/1998 [PRH 2013]

5) berikut senantiasa berkesesuaian dengan 9 (sembilan) Pusaka Bangsa Indonesia [PRH 2004]  :

(5.1) Sang Saka Merah Putih‎
(5.2) Sesanti Bhinneka Tunggal Ika
(5.3) Sumpah Pemuda 1928
(5.4) Lagu Kebangsaan Indonesia Raya 1928
(5.5) Pancasila 1945
(5.6) Proklamasi Indonesia Merdeka 17845
(5.7) Undang Undang Dasar 1945
(5.8) Wawasan Nusantara 1957
(5.9) Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 / Roh Indonesia Merdeka
*Revolusi Mental Politik Kemerdekaan Proklamasi Indonesia 17845* adalah kemutlakan yang tidak dapat di-tawar2 lagi bagi arah menuju NKRI Jaya 2045 yad.‎

‎Jakarta, 17 Maret 2017

Badan Pembudayaan Kejoangan 45,
Pandji R Hadinoto

Ketua GPA45/DHD45 Jakarta
www.jakarta45.wordpress.com