Ini Kiat Kemenpar Jaring 15 Juta Wisman

Ini Kiat Kemenpar Jaring 15 Juta Wisman

Tiongkok merupakan salah satu negara yang menjadi target pasar utama pariwisata Indonesia. (Ist)

SHNet, Jakarta – Proyeksi wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2017 adalah 15 juta, atau harus menaikkan 3 juta dari capaian tahun 2016, di angka 12 juta. Seberapa optimis Kemenpar menyongsong target spektakuler, dengan kenaikan komulatif 25% itu?

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kemenpar, I Gde Pitana membeberkan poin-poin penting seputar aktivitas marketing dan optimisme melalui serentetan program yang telah, sedang dan akan dilakukan kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (16/3).

Menurut Pitana, Menpar Arief Yahya sudah menetapkan target kunjungan wisman sebesar 15 juta, dengan asumsi perolehan devisa sebesar 14,9 miliar dolar Amerika tahun 2017. Ini akan akan meningkat menjadi 20 juta wisman dan menghasilkan devisa sebesar Rp 280 triliun pada 2019 mendatang.

“Untuk mencapai target tersebut stategi pemasaran dan promosi pariwisata terus digencarkan. Untuk marketing strategy menggunakan pendekatan DOT (Destination, Original, dan Time), promotion strategy dengan BAS (Branding, Advertising, dan Selling), media strategy dengan pendekatan POSE terutama pada pasar utama di antaranya dengan berpartisipasi pada event pameran pariwisata internasional untuk mempromosikan Wonderful Indonesia,” kata Pitana.

Dia menjelaskan, strategi pemasaran dengan pendekatan DOT itu akan difokuskan pada 10 Bali Baru yang 3A-nya sudah siap, Aksesbilitas, Amenitas, Atraksi. Diantaranya Great Jakarta; Great Bali; Great Kepri; Joglosemar (Yogyakarta,Solo, dan Semarang); Bunaken – Wakatobi RajaAmpat, Medan, Lombok, Makassar, Bandung, dan Banyuwangi.

Target pasar utama adalah; Tiongkok, Singapura, Malaysia, Australia, dan Jepang. Kelima negara ini merupakan kontributor wisman terbesar bagi Indonesia. “Dalam tiga bulan pertama; Januari, Februari, Maret tahun ini kita mentargetkan 3 juta wisman atau 1 juta wisman setiap bulan dengan kontribusi terbesar dari 5 negara ini sebagai pasar utama,” ujarnya.

Sebagai perbandingan Januari dan Februari 2017 target wisman dari Tiongkok masing-masing sebesar 154.000 dan 218.000 atau tertinggi, dengan asumsi bahwa pada dua bulan tersebut merupakan musim liburan panjang hari raya Imlek sehingga jumlah kunjungan wisman dari Tiongkok meningkat.

Sementara pada Maret dan berikutnya target sedikit diturunkan (Maret menjadi 130.000) dengan pertimbangan karena pasca-Imlek kedatangan wisman Tiongkok akan kembali berjalan seperti biasa. (Stevani Elisabeth)