Manado Mulai Dilirik Investor

Manado Mulai Dilirik Investor

Destinasi Manado, Sulawesi Utara mulai dilirik investor. (Ist)

SHNet, Manado- Para investor yang bergerak di bidang properti dan hotel management mulai melirik Manado, Sulawesi Utara.

Destinasi Manado, Sulawesi Utara, yang semakin ramai dikunjungi wisatawan mancanegara, bakal semakin melejit. Problem amenitas, terutama hotel dan fasilitas akomodasi yang menghantui destinasi yang mengandalkan bawah laut Bunaken dan Selat Lembeh Bitung itu bakal bertumbuh.

“Akses ke Manado semakin terbuka luas. Atraksinya harus didukung dan disupport oleh kabupaten lain di Sulut. Amenitas inilah yang selama 2016 lalu menjadi bottlenecking,” jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya, Rabu (22/2).

Menurutnya, ada komitmen beberapa investor yang bergerak di bidang property dan hotel management yang ingin menanamakan modal di sana. Satu problem, amenitas yang selama ini menjadi kendala besar pengembangan destinasi Manado dan Sulawesi Utara, tidak lama lagi akan teratasi. “Kami mengundang para investor yang bergerak di amenitas untuk membangun fasilitas akomodasi di sana,” ujarnya.

Kabar baik datang dari Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu yang selama ini menghandle wisman asal Tiongkok. “Ada investor raksasa di Tiongkok yang siap membangun hotel berbintang di Manado. Senin, 20 Februari lalu kami sudah meeting dengan mereka di Gedung Sapta Pesona. Mereka sangat tertarik untuk membangun hotel berbintang di Manado,” ujarnya.

Investor kelas kakap yang ingin menanamkan modal di sektor pariwisata itu adalah Jingle Couch International Hotel.Co.ltd. Di Indonesia, jaringan bisnisnya sudah tersebar di Manado, Sulawesi Selatan, Papua, Kalimantan Selatan serta Serang, Banten. Semuanya perusahaan berukuran besar.

Seriusnya niatan tadi ditandai dengan kedatangan Managing Director Jingle Couch International Hotel. co. ltd , Ming Zhang Chun, ke Gedung Sapta Pesona. Dan kedatangan Ming, disambut Vinsensius Jemadu bersama Ketua Pokja 10 Top Destinasi Kemenpar, Hiramsyah Sambudhy Thaib.

“Ini hal yang sudah hampir pasti. Pertumbuhan kunjungan wisman ke Manado naik 300% dalam satu tahun. Sementara amenitasnya sangat kekurangan. Ditambah lagi, ada CEO commitment yang kuat dari Gubernur Olly Dondokambey untuk memajukan pariwisata,” ungkap Vinsensius.

Dari data BPS, Sulawesi Utara memang terlihat paling mulus menggaet turis Tiongkok. Bumi Nyiur Melambai ini sudah berhasil mendatangkan lebih dari 25 ribu turis dari negeri tirai bambu dalam kurun waktu singkat. Hingga akhir 2016 jumlahnya sudah menembus 30 ribu. Dan sampai 2017 diproyeksikan menembus 150 ribu.

Hingga saat ini, ada tiga maskapai yang melayani penerbangan langsung China-Manado. Lion Air, Citilink, dan Sriwijaya Air. Garuda Indonesia juga merencanakan direct flight ke Tiongkok, tepatnya Guangzhou-Manado mulai 2017. (Stevani Elisabeth)