Politik Konstitusi Pro-Pancasila Indonesia

ilustrasi / ist

SHNet – Kepada Yth Sdr/Sdri Pemangku Republik Indonesia

‎Seiring gelar paparan publik perdana Unit Kerja Presiden Bidang Pemantapan Ideologi Pancasila pada 9 Pebruari 2017 bertajuk *Pancasila : Ideologi Inklusif Bagi Kemajemukan Indonesia* maka relevan diikuti bersamaan dengan‎ pentingnya dukungan publik terhadap *Politik Konstitusi Pro-Pancasila Indonesia* yang adalah diyakini strategik diwujudkan dalam tempo se-singkat2nya,

Menimbang *Politik Kepentingan Pertama Indonesia (INDONESIA FIRST)* January 25, 2017 sesuai [http://sinarharapan.net/2017/01‎
/politik-kepentingan-pertama-indonesia-indonesia-first/‎]

Memperhatikan indikasi AHGT ancaman‎, hambatan, gangguan, tantangan terhadap keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia 2010 – 2025 seperti ‎

*SKENARIO NON KEKERASAN*‎

Politik Penghancuran melalui Strategi 7F :

1. FINANCE, melalui :‎
a. Kucurkan hutang dari Lembaga Keuangan Internasional
b. Keikutsertaan dalam Privatization, Free Trade, Globalization, dan lain-lain‎
c. Ciptakan program-program kemiskinan
d. Kuasai Aset Ekonominya
e. Kuasai Kekayaan Alamnya

2. FOODS, melaui pelemahan ketahanan pangan

3. FILMS, melalui :‎
a. Kuasai aset Informasinya
b. Hancurkan moral rakyatnya

4. FASHION, melalui mode (pakaian, gaya rambut, make-up)‎

5. FANTASY, melalui :
a. Industri/penyebaran narkoba/Miras/Rokok
b. Industri/pariwisata sex‎

6. FAITH, melalui :‎
a. Ciptakan revolusi sex (Freesex, Homosex, Lesbian)
b. Rusakkan keluarga (Domestic, Partner)
c. Buatkan aliran–aliran sesat
d. Promosikan sekularisme sebagai ‘agama’ baru
e. Hancurkan militansi rakyatnya‎
f. Suburkan Deislamisasi (Sekularisme, Liberalisme, Pluralisme)‎
g. Ramaikan Pemurtadan

7. FRICTION, melalui :
a. Konflik ideologi‎
b. Promosikan Multi Partai
c. Kuasai Sistem Politik dan Hukumnya
d. Ciptakan revolusi

*SKENARIO KEKERASAN ATAU PEPERANGAN*‎

Politik Penghancuran melalui skenario separatisme atau Strategi invasi/agresi dengan tahapan :
1. Terpurukkan ekonomi nasionalnya
2. Pertentangkan elit politiknya
3. Suburkan konflik horizontalnya
4. Pecah belah militernya
5. Datangkan “Pasukan Perdamaian“
6. Buat serbuan ‘Paradigmatis’
7. Buat sel-sel perlawanan
8. Invasi militer setelah diciptakan status ‘Legal Intervention’‎

Mengingat pula 17 (Tujuh Belas) Faktor Dominan Penurun Daya Saing Indonesia seperti :

01. Ketidakpastian Hukum Konstitusi ProPancasila
02. Tindak Pidana Korupsi
03. Inefisiensi Birokrasi Pemerintah
04. Keterbatasan Infrastruktur
05. Akses ke Pendanaan
06. Inflasi
07. Ketidakstabilan Kebijakan
08. Etos Kerja Buruh Buruk
09. Tingkat Pajak
10. Keterbatasan Tenaga Kerja Pintar
‎11. Kebijakan Pajak
12.Regulasi Valas
13.Ketidakstabilan Pemerintahan
14.Buruknya Kesehatan Publik
15.Kejahatan dan Pencurian
16.Keterbatasan Inovasi
17.Keketatan Peraturan Buruh

Maka kini mari bersama kita bisa mantapkan pula   *Politik Konstitusi ProPancasila Indonesia* per Berita Repoeblik Indonesia Tahun II, 1946 jo Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 1959 selain PerPPU Politik Kedaulatan PANCASILA Indonesia‎, 27 December 2016 ‎ ‎[https://www.google.co.id/?gws_rd=ssl#q=perppu+konstitusi+pancasila+indonesia]‎

Dan POLITIK BENTENG PANCASILA 45, 23 ‎December 2016 [http://sinarharapan.net/2016/12/seruan-2212-politik-benteng-pancasila-45/‎]

guna terus menerus dapat merawat Kehormatan, Kemartabatan dan Kemuliaan Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 agar mampu Berkejayaan dan Berkebahagiaan Merata di tahun 2045 yad.

Jakarta, ‎27 Januari 2017

Badan Pembudayaan Kejoangan 45,
Pandji R Hadinoto
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta
www.jakarta45.wordpress.com