Ini Dia, Aksi Kaum Muda Sambak “Menjaga Sungai”

Ini Dia, Aksi Kaum Muda Sambak “Menjaga Sungai”

Anak-anak menebarkan bibit ikan dalam Aksi Jogo Kali 2016, Kamis (29/12), di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. [SHNet/Muhammad Aprianto]

SHNet, Magelang – Sungai memiliki peran sangat penting bagi kehidupan umat manusia. Selain menjadi sumber penyediaan air bagi wilayah pertanian, sungai juga memiliki manfaat sebagai penampung air hujan, dan menjadi saluran aliran air dari tempat tinggi (hulu) ke kawasan lebih rendah (hilir).

Sayangnya, kondisi sungai, baik di perkotaan maupun di pedesaan makin lama makin kritis karena sungai umumnya dalam kondisi tercemar. Menanggapi kondisi tersebut, aktivis Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Muhammad Aprianto menyatakan, anak-anak dan para pemuda di desanya beberapa waktu lalu melakukan upaya bersama untuk menjaga sungai di daerah mereka.

“Kami melakukan Aksi Jogo Kali, atau aksi bersama menjaga kebersihan sungai,” kata pegiat budaya setempat yang populer dipanggil dengan julukan Antok ini kepada SHNet, Senin (9/1).

Anak-anak dan pemuda dalam suatu momen saat Aksi Jogo Kali 2016, Kamis (29/12), di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. [SHNet/Muhammad Aprianto]
Anak-anak dan pemuda dalam suatu momen saat Aksi Jogo Kali 2016, Kamis (29/12), di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. [SHNet/Muhammad Aprianto]

Karena Prihatin
Antok menuturkan, Aksi Jogo Kali yang diselenggarakan pada Kamis (29/12) lalu, melibatkan puluhan anak-anak dan pemuda Desa Sambak. Aksi yang dilakukan di penghujung tahun 2016 tersebut menurutnya merupakan bentuk keprihatinan kaum muda setempat terhadap kondisi sungai yang kian tercemar.

“Para pemuda prihatin, karena ternyata masih banyak warga masyarakat yang kurang peduli dengan lingkungannya,” kata Antok.

Menurutnya, perilaku warga yang kurang peduli pada lingkungan terlihat dari masih adanya kebiasaan mereka membuang sampah dan membuang limbah pabrik di sungai, serta perilaku meracuni dan menyetrum ikan di sungai saat menangkap ikan untuk konsumsi.

“Hal ini jelas sangat merusak lingkungan dan habitat ikan yang ada,” kata Lukman Sofiyanto yang menjadi Koordinator Aksi Jogo Kali 2016 ini.

Penanaman Pohon
Untuk itu, menurut Lukman, Aksi Jogo Kali bertujuan menggugah kesadaran masyarakat agar lebih peduli kepada lingkungan.

“Makanya, kami melakukan aksi ini untuk mengajak masyarakat agar tidak mencemari lingkungan,” ujarnya.

Lukman menyebutkan, Aksi Jogo Kali dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Anak-anak dan para pemuda mengawali Aksi ini dengan kegiatan menyusuri sungai dan membersihkan sampah yang ada di kali. Kegiatan lantas dilanjutkan dengan penanaman pohon di bantaran sungai.

“Yang terakhir adalah penebaran 10.000 bibit ikan secara simbolik di sungai,” kata Lukman.

Anak-anak dan pemuda berfoto bersama dalam Aksi Jogo Kali 2016, Kamis (29/12), di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. [SHNet/Muhammad Aprianto]
Anak-anak dan pemuda berfoto bersama dalam Aksi Jogo Kali 2016, Kamis (29/12), di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. [SHNet/Muhammad Aprianto]

Masih Ada Pembiaran
Ia berharap, melalui Aksi ini, sungai kembali bersih dan jumlah ikan juga dapat terus bertambah banyak. Menurutnya, demi menjaga sungai agar tidak tercemar, para pemangku kepentingan seharusnya juga membuat perangkat berupa aturan. Keberadaan aturan menurutnya penting guna mendukung kegiatan Aksi Jogo Kali tersebut.

“Selama ini, terkesan ada pembiaran,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Aksi Jogo Kali rencananya akan diadakan rutin setiap tahun dengan melibatkan lebih banyak pihak. Di samping itu, para pegiat Aksi juga akan terus mendorong pemerintah Desa agar bisa mendukung melalui kebijakan-kebijakan yang dibuat.