Pemerintah Targetkan Utilisasi Industri Olahan Ikan Naik 90 Persen

Pemerintah Targetkan Utilisasi Industri Olahan Ikan Naik 90 Persen

Ist

SHNet, JAKARTA – Kementerian Perindustrian tengah menyusun peta jalan (road map) pembangunan industri pengolahan hasil perikanan nasional dengan target jangka pendek meningkatkan utilisasi industri perikanan hingga 90 persen.

Sedangkan untuk target jangka menengah, kawasan industri perikanan baru akan dibangun di wilayah timur Indonesia.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, pada Rapat Kerja Nasional Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Senin (7/11). “Road map ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Instruksi Presiden No. 7 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional,” katanya.

Ia menjelaskan, utilisasi industri perikanan saat ini sekitar 36,1 persen untuk skala menengah besar. Sementara utilisasi pada skala UMKM mencapai 62 persen.

Kondisi tersebut, disebabkan antara lain terbatasnya suplai bahan baku ikan, sarana dan prasarana penangkapan ikan, serta gudang pendingin ikan. “Oleh karena itu, Pemerintah dan dunia usaha harus bekerja sama untuk mengatasi kendala ini, sehingga industri perikanan kita dapat berkembang pesat,” tegasnya.

Saat ini terdapat 718 industri pengolahan ikan dengan skala menengah besar yang memiliki kapasitas terpasang sekitar 1,6 juta ton dan menyerap tenaga kerja sebanyak 235 ribu orang. Industri pengolahan perikanan juga mampu dilaksanakan oleh skala kecil seperti pemindangan ikan. “Jumlah UMKM yang ada saat ini sebanyak 65.766 unit usaha dengan kapasitas terpasang 639 ribu ton dan menyerap tenaga kerja 174 ribu orang,” katanya.

Menurut Airlangga, kebijakan strategis yang perlu segera dijalankan dalam pengembangan industri pengolahan ikan di dalam negeri, di antaranya dengan meningkatkan kemitraan yang terintegrasi antara hulu dan hilir guna menjamin pasokan bahan baku, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui harmonisasi tarif bea masuk antara hulu dan hilir.

Selain juga pengembangan standarisasi dan teknologi melalui bantuan mesin dan peralatan pengolahan hasil laut ke daerah-daerah yang potensial. Ia optimistis Indonesia mampu menjadi basis industri pangan berbasis perikanan karena bahan baku tersedia dalam jumlah banyak.

“Indonesia sebagai negara kepulauan dengan luas laut 5,8 juta km2 atau dua pertiga dari seluruh wilayah Indonesia, tentunya dikaruniai keanekaragaman kehidupan hayati seperti ikan dan terumbu karang maupun nonhayati,” jelasnya. Dengan potensi sumber daya alam yang cukup besar tersebut, Airlangga berharap, para pelaku industri dapat memanfaatkan secara maksimal sehingga berdampak pada peningkatan nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja. (SHNet/Kemenprin)