Kerjasama Internasional Diharapkan Tingkatkan Jumlah Paten

Kerjasama Internasional Diharapkan Tingkatkan Jumlah Paten

Ilustrasi/Ist

SHNet, Jakarta – Guna memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di dalam negeri dan kawasan regional diperlukan kerjasama dengan negara-negara maju. Melalui kerjasama tersebut ilmuwan Indonesia dapat berkiprah di dunia internasional, seperti forum ilmiah, jurnal ilmiah internasional.

Berbicara dalam forum “Workshop with Research Agencies from Switzerland, Indonesia, Malaysia, Thailand, Philippines and Vietnam”yang diselenggarakan di Singapura pada 2-3 November 2016, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Mohamad Dimyati mengatakan, kerja sama internasional juga diharapkan dapat meningkatkan jumlah paten.

“Ini akhirnya dapat meningkatkan ekonomi bangsa. Oleh karena itu sangat mendukung peningkatan kerjasama iptek di kawasan Asia Tenggara (Asean) dengan Swiss,”katanya.
Seminar ini diselenggarakan karena Pemerintah Swiss menganggap begitu penting dan stragisnya wilayah Asia-Pasifik dalam percaturan ekonomi dunia.

Oleh karena itu, pemerintah Swiss meningkatkan kerja sama dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dengan negara-negara di Asia Tenggara (Asean). Melalui penguasaan iptek dan inovasi tersebut diharapkan pertumbuhan ekonomi dapat tumbuh dan berkembang.

Berdasarkan siaran pers Kementerian Ristek dan Dikti yang diterima SHNet, untuk meningkatkan kerjasama itu, Pemerintah Swiss melalui ETH Zurich mengadakan pertemuan inter-regional antara lembaga penelitian, perguruan tinggi Swiss,dan pemerintah dengan perguruan tinggi dari negara-negara ASEAN.

Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti Mohamad Dimyati/Foto : Syarif Hidayat
Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti Mohamad Dimyati/Foto : Syarif Hidayat

Pertemuan tersebut bertujuan membahas berbagai skema dan model kerja sama yang baik ke depan dengan menyampaikan data, potret kondisi, potensi, dan sumber daya yang tersedia serta kebutuhan di masing-masing negara.

Dengan demikian, kerjasama menguntungkan semua pihak. Mauro Moruzzi, Ambassador and Head of International Relations, Swiss State Secretariat of Education, Research and Innovation (SERI) mengemukakan, selama ini Swiss telah menjalin kerjasama yang baik dengan beberapa perguruan tinggi di negara-negara di Asean.

Kerjasama itu dalam bentuk pemberian beasiswa, penelitian bersama, maupun hibah riset, tetapi hanya dalam skala kecil dan jumlah yang sangat terbatas. Ke depan Swiss meningkatkan kerjasama iptek dengan memperluas ruang lingkup dan meningkatkan jumlah pendanaannya, terutama penelitian yang terkait dengan inovasi serta berbagai isu global saat ini.

Dalam sambutannya Thomas Kupfer, Duta Besar Swiss untuk Singapura, menyatakan akan terus mendorong kerja sama multilateral dan regional antara pemerintah Swiss dengan negara-negara di Asia Tenggara. Ia berharap kerja sama iptek ini mampu meningkatkan perekonomian.

Oleh karena itu, diperlukan political will dan komitmen bersama yang kuat melalui berbagai dialog, vokasi, dan pertemuan-pertemuan ilmiah yang mampu menggalang mutual interest supaya kerja sama ini menjadi lebih terarah dan mencapai tujuan bersama sesuai yang diinginkan.(TH)