Jadikan Indonesia Negara Utama Di Dunia

Presiden Lantik Kabinet Susunan Baru

Jadikan Indonesia Negara Utama Di Dunia

Bogor, 23 November 1963 – Presiden Soekarno dalam amanatnya menegaskan, bahwa kita sebagai bangsa dan pemerintah harus berjalan terus, untuk menjadikan bangsa Indonesia bangsa yang kuat dan sejahtera, bahkan satu negara yang menduduki tempat utama dalam rangkaian negara dipermukaan bumi ini.

Amanatnya Presiden itu dikemukakan dalam rangka upacara pelantikan Kabinet Kerja setelah diadakan beberapa perubahan susunannya.

Sebelum upacara pelantikan yang dilangsungkan di Istana Bogor hari Sabtu ini, Presiden telah melantik dan mengambil sumpah Brigjen KKO Ali Sadikin sebagai Menteri Perhubungan Laut, dan Jusuf Muda Dalam sebagai Menteri Bank Sentral.

Dalam hubungan ini, sesuai dengan surat keputusan Presiden 3 orang Wakil Perdana Menteri, masing-masing Dr. Soebandrio, Dr. J. Leimena dan Chaerul Saleh, merupakan Presidium yang langsung berada dibawah Presiden selaku Perdana Menteri.0056

Tugasnya menyelenggarakan kerja harian Presiden/Perdana Menteri, ketiga Wakil PM tersebut tiap hari harus berkumpul dikantor Presidium dijalan. Segera untuk meninjau tugas yang harus dilaksanakan sesuai dengan kebijaksanaan Presiden/PM.

Dalam amanat pelantikannya Presiden lebih jauh mengemukakan bahwa sesudah meninggalnya Menteri Pertama Djuanda, diadakan beberapa perubahan atau regrouping Kabinet dengan mengadakan institut baru yang semua itu dimaksudkan agar pemerintah RI dapat menjalankan tugasnya lebih efisien dan efektif, terutama dalam rangka usaha memenuhi amanat penderitaan rakyat.

Kita sebagai bangsa dan pemerintah harus berjalan terus untuk menjadikan bangsa dan pemerintah harus berjalan terus untuk menjadikan bangsa Indonesia kuat dan sejahtera, bahkan satu negara yang menduduki tempat utama dalam rangkaian negara-negara dipermukaan bumi ini, demikian Presiden.

Dikemukakan selanjutnya oleh Kepala Negara, bahwa seperti pernah dikatakan sebelumnya dalam sidang KOTI, KOTOE dan MPPR, bahwa perubahan sekarang ini baru langkah pertama, dan dikandung maksud untuk lebih menyempurnakan susunan pemerintah RI kita, khususnya agar pemerintah memperoleh social backing yang lebih besar,karena hanya dengan social backing inilah pemerintah dapat berhasil bekerja memenuhi harapan yang terkandung dalam kalbu rakyat.

Langkah pertama ini diambil agar dimasa dekat pemerintah dapat bertindak lebih efektif dan efisien daripada yang sudah.

Dengan diangkatnya beberapa Menteri baru, bukanlah berarti Menteri Lama sudah memenuhi harapan, tetapi sekedar penggeseran tempat, sekedar memenuhi syarat kalimat kedua dari ucapan “the right man in the right place”. Dalam hubungan ini, sebagai gambaran Presiden mengemukakan, bahwa tidak akan beliau menempatkan Dr. Soebandrio di Departemen Pertanian atau Cherul Saleh dibidang Kebudayaan misalnya. (SH)