Dukungan untuk Perjuangan Petani Kendeng

Dukungan untuk Perjuangan Petani Kendeng

Petani/Ilustrasi/openclipart

SHNet, Jakarta – Perjuangan petani Kendeng, Jawa Tengah (Jateng) terus berlanjut sekalipun Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerima mereka perwakilan mereka di Istana Negara.

Senin (14/6), ratusan petani gunung kendeng kembali mendatangi Makamah Agung (MA) untuk mengawal, Peninjaun Kembali (PK) atas kasus semen Rembang dan mengawal kasasi yang dilakukan oleh warga Pati atas Gugatan pendirian PT. Sahabat Mulya sejati (SMS).

Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) mendukung gerakan mereka. Berikut pernyataan sikapnya AGRA yang dikirim ke redaksi SHNet :

Pimpinan Pusat Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), memberikan dukungan penuh atas perjuangan para petani Kendeng dalam melawan pembangunan tambang dan pendirian Perusahaan Semen, karena akan akan menghancurkan kehidupan di sekitar Gunung kendeng.

Perjuangan para petani Gunung kendeng, yang saat ini tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) sudah cukup panjang. Aksi dan kampanye terus dilancarkan. Dari menggunggat ke pengadilan, rapat akbar, hingga aksi menyemen kaki di depan istana. Tentu saja lobi dan hearing kepada lembaga-lembaga pemerintah sudah berkali-kali dilakukan.

Senin (14/11/16), ratusan petani gunung kendeng kembali mendatangi Makamah Agung (MA) untuk mengawal, Peninjaun Kembali (PK) atas kasus semen Rembang dan mengawal kasasi yang dilakukan oleh warga Pati atas Gugatan pendirian PT. Sahabat Mulya sejati (SMS).

AGRA sebagai Organisasi massa (Ormas) tingkat Nasional yang beranggotakan petani, nelayan, sukubangsa minorotas, petani penggarap dan pemukim di hutan, melalui sekertaris Jenderalnya (Mohamad Ali) menyampaikan dukungan penuh atas segala usaha para petani sekitar gunung kendeng untuk menolak pertamangan dan operasinya PT. Semen.

AGRA menilai pertambangan kars yang dilakukan di sekitaran gunung kendeng akan mematikan kehidupan, petani akan tersingkir dan tidak dapat bertani, sumber penghidupan terutama air dari kedeng akan hancur. Tentu saja kerusakan lingkungan adalah dampak yang tidak mungkin dihindari akibat pertambangan dan pembangunan pabrik semen.

Perjuangan panjang warga Kendeng telah banyak memetik capaian. Ini patut menjadi pembelajaran dan perbaikan dalam melanjutkan perjuangan ataupun menjadikan inspirasi bagi kaum tani di tempat lainya dalam berjuang.

Kemenangan gugatan warga di pengadilan adalah capain yang baik, namun kita harus menyadari kenyatan bagaimana penerapan hukum di Indonesia yang tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.

Pengalaman serupa dialami oleh para petani di 8 desa di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kuburaya Kalimantan Barat, yang berkonflik dengan PT. Sintang Raya. Warga berhasil memenangkan gugatan atas HGU PT. Sintang Raya hingga berkekuatan hukum tetap, karena PK yang diajukan PT Sintang Raya ditolak MA.

Namun hingga kini, perusahaan masih tetap beroperasi dan terus melakukan perampasan tanah milik warga. Mereka juga masih memiliki kemampuan dalam mengkriminalisasi petani yang terus dengan gagah berani melakukan perjuangan. Hinga saat ini, perjuangan mereka masir berlangsung.

Dua pengalaman perjuangan di Kendeng dan juga di Kalimantan Barat ini memberikan pelajaran bagi kita, bahwa hukum tidak dapat menjadi sandaran penuh dalam berjuang. Kemenangan-kemenangan yang dicapai rakyat dalam ranah hukum formil adalah dasar penguat perjuangan rakyat.

Oleh karenanya, rakyat harus terus memperkuat perjuanganya dengan memiliki persatuan yang kuat, besar dan mendapatkan dukungan luas. Oleh karenanya, dalam perjuangan petani Kendeng, AGRA menyatakan diri menjadi bagian dan mendukung perjuangan kaum tani di sekitar gunung kendeng.

Atas perjuangan petani kendeng, AGRA menuntut kepada Jokowi untuk menghormati produk hukum dari pemerintahan sendiri, dengan memerintahkan semua pihak terkit, dalam hal ini perusahaan pertambangan, Bupati dan Gubernur agar menjalankan putusan pengadilan dengan menghentikan segala kegiatan pertambangan kars di sekitaran kendeng dan membatalkan izin pendirian perusahan semen.

Kami juga menuntut kepada Perusahaan dan termasuk Gubernur Jawa tengah untuk bertanggung jawab atas kerugian petani akibat beroperasinya pertambangan. Kami menyerukan kepada seluruh organisai AGRA di semua wilayah terutama AGRA provinsi Jawa tengah untuk memberikan dukungan dan solidaritas kepada petani kendeng yang sampai hari ini terus berjuang. 

Moch Ali
Sekjen AGRA (082120135553)