Munir yang Tak Pernah Mati

Munir yang Tak Pernah Mati

Ilustrasi/Ist

DEMAK – Setelah 12 tahun kepergiannya, aktivis dan penggiat Hak Asasi Manusia (HAM) Munir dianggap tidak pernah mati. Sebagian orang, masih tetap mengingat jejak-jejak perjuangannya. Untuk mengingatnya, puluhan orang dari berbagai elemen mahasiswa, Aktivis, LSM, Buruh dan masyarakat Kabupaten Demak berkumpul di kantor LBH Demak Raya, Jalan Bogorame RT 01/O1 Kelurahan Mangunjiwan Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jumat (9/9).

Mereka memperingati 12 tahun kematian pejuang HAM Munir Said Thalib dengan nonton bareng Film “Tentang Cak Munir”. Maksud acara nonton bareng ini juga bukan hanya sekadar mengingat sosok Munir, tetapi berharap banyak yang menyerap perjuangan Munir. Acara ini dibuat supaya Munir muda tumbuh dan meneruskan perjuangannya.

Foto : LBH Demak Raya
Foto : LBH Demak Raya

Munir tidak mati, Munir ada di mana-mana. “Semoga perjuangan Munir bisa kami teruskan, khususnya di Kabupaten Demak ini” kata Ahmad Zaini, Advokat Publik LBH Demak Raya, sekaligus penanggung jawab acara ini.

Sekretaris LBH Demak Raya Abdul Rokhim menyampaikan, kegiatan Malam Menyimak Munir, Pekan Merawat Ingatan” adalah tema yang diangkat penyelenggara tahun ini. Acara tersebut diisi pemutaran film tentang Munir atau soal ketidakadilan.

Munir Said Thalib yang lahir 8 Desember 1965 meninggal dunia di Singapura pada 7 September 2004 dalam perjalanan menuju Belanda. Saat itu, saat itu Munir hendak melanjutkan belajarnya di Universitas Ultrech, Belanda. Berdasarkan hasil autopsi yang dikeluarkan kepolisian Belanda pada 12 November 2004, Munir dibunuh dengan cairan racun arsenik

Foto : LBH Demak Raya
Foto : LBH Demak Raya

Faishol Firdaus mahasiswa Unwahas yang ikut hadir dalam acara ini menyampaikan, seharusnya ada orang-orang yang tetap melanjutkan kerja-kerja di advokasi sosial dan HAM. Penting bagi mahasiswa dan aktivis untuk menjaga kritisisme. “Salah satu jalannya yaitu dengan berkumpul bersama orang-orang kritis, salah satunya ya seperti ini dengan nonton bareng kemudian kita mendiskusinya” katanya.

Sumber : LBH Demak Raya