Uber Tiongkok Merger dengan Didi ChuXing Lewat Kesepakatan Senilai $35 Miliar

Uber Tiongkok Merger dengan Didi ChuXing Lewat Kesepakatan Senilai $35 Miliar

onenewspage.co.uk

SHNet, JAKARTA – Kurang dari satu minggu setelah diumumkan bahwa layanan pemesanan online transportasi berbayar akan disahkan di Tiongkok, tampaknya Uber telah menyerah berusaha untuk bersaing dengan rival lokal, Didi ChuXing. Laporan dari Bloomberg dan Recode menyatakan bahwa Didi akan mencaplok operasi Uber di Tiongkok lewat sebuah kesepakatan merger yang akan menciptakan bisnis gabungan senilai $35 miliar.

Baca juga : Tiongkok Segera Legalkan Layanan Pemesanan Online Transportasi Berbayar

Langkah ini tampaknya baik bagi Uber, di mana perusahaan dan investor yang terlibat bisnis tersebut di Tiongkok akan menerima 20 persen saham di entitas baru, yang bernilai $28 miliar sebelum merger. Uber Tiongkok sendiri bernilai $7 miliar, dan perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat tersebut mengalami kerugian $1 milyar per tahun di negara itu karena berjuang melawan raksasa transportasi lokal.

Bagian lain dari kesepakatan kompleks itu adalah Didi akan menginvestasikan $1 miliar dalam Uber yang ditaksir bernilai $68 miliar. Perusahaan Tiongkok baru-baru ini dinyatakan memiliki laba sebesar $7,3 miliar, termasuk di dalamnya investasi $1 milyar dari Apple, yang memberikan perusahaan itu memegang uang tunai yang banyak di tangan.

“Sebagai pengusaha, saya telah belajar bahwa menjadi sukses adalah tentang mendengarkan ide di kepala Anda serta mengikuti kata hati Anda,” tulis CEO Uber Travis Kalanick dalam sebuah posting blog yang belum dipublikasikan yang diperoleh Bloomberg. “Uber dan Didi ChuXing berinvestasi miliaran dolar di Tiongkok dan kedua perusahaan belum menghasilkan keuntungan di sana. Meraih keuntungan adalah satu-satunya cara untuk membangun bisnis berkelanjutan yang dapat melayani penumpang Tiongkok, para supir dan kota dalam jangka panjang. ”

Sebagaimana dicatat oleh TechCrunch, dengan merger ini berarti Didi ChuXing sekarang memiliki saham di setiap perusahaan besar di bidang transportasi berbasis aplikasi atau ride-sharing di planet ini, termasuk Lyft, India Ola dan Grab di Asia Tenggara.

Didi ChuXing memiliki pangsa pasar 99 persen dari taksi di Cina dan pangsa 87 persen layanan pemesanan mobil pribadi. Perusahaan ini beroperasi di 400 kota di China, sedangkan layanan Uber hanya ditemukan di 60 kota. (gp)