Reaksi Umat Islam Indonesia Terhadap Pembakaran Masjid Al Aqsa

Reaksi Umat Islam Indonesia Terhadap Pembakaran Masjid Al Aqsa

Jakarta, 24 agustus 1969 – Berkenaan dengan peristiwa pembakaran masjid Al Aqsa pada hari Kamis tanggal 21 Agustus di Yerusalem (Darussalam) yang merupakan Qiblat pertama dan tanah suci yang ketiga seluruh umat Islam, berbagai kalangan umat Islam di Indonesia telah memberikan reaksinya yang tajam dan mengutuk Israel atas perbuatannya yang keji itu.

Dalam hubungan ini Mohammad Natsir, Wakil Ketua Muktamar Alam Islamy dan Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia menerangkan bahwa masjid Al Aqsa sudah dibakar dan Israel mengingkari tanggung jawabnya tentang pembakaran itu.

Tetapi seluruh dunia sudah mengetahui, demikian Natsir, bahwa memang Israel sudah lama berniat hendak merobohkan masjid Al Aqsa dan hendak mendirikan ditempat itu juga Candi yang dinamakan “Hakal Sulaiman”.

Maksud mereka ini tidak pernah disembunyikan bahkan gambar Haikal itu sendiri sudah mereka siarkan secara meluas, demikian Natsir.

Setahun yang lalu Ketua Muktamar Alam Islamy Amin Al-hussaini Mufti Besar Palestina, telajh meminta perhatian dari Sekretaris Jenderal PBB U Thant, terhadap maksud jahat dari Israel terhadap masjid Al Aqsa. Diwaktu itu mereka sudah melakukan penggalian disekitar dan dibawah masid Al Aqsa dengan dalih “mencari barang-barang purbakala”.IMG_0080

Ini fakta yang tidak bisa dimungkiri, kata Natsir. Ditegaskannya bahwa sekarang masjid Al Aqsa sudah dibakar. Dengan demikian mereka membakar hati kita, ratusan juta umat Islam diseluruh dunia, yang bagi kita semua masjid Al Aqsa itu adalah Qiblat pertama dan tanah suci yang ketiga.

Ketua fraksi NU dalam DPRGR
Kebakaran yang terjadi dimasjid Al Aqsa Darussalam tanah suci ketiga umat Islam, adalah satu kejadian yang mengejutkan dan sangat menusuk perasaan umat Islam, demikian H. Nurdin Lubis, Ketua Fraksi NU dalam DPRGR.

Ditandaskannya bahwa bagaimanapun sebab musabab kebakaran tersebut tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab Israel, sebab maksud jahat dari pihak Israel terhadap tanah suci umat Islam itu sudah menjadi rahasia umum, terbukti dari usahanya untuk membongkar bangunan dan pusaka yang ada dengan berbagai dalih yang hanya untuk kepentingan ismenya.

Ketua Fraksi NU tersebut selanjutnya menganjurkan kepada pemerintah untuk memberikan instruksi kepada wakil RI di PBB untuk bersama-sama dengan negara lain mengambil langkah menuntut pertanggungan jawab Israel serta menghentikan segala tindakannya yang bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB tersebut, sehingga Israel segera melepaskan daerah suci itu. (ANT)