Pendaftar “Mojang Jajaka” Ditunggu hingga 6 Agustus

Pendaftar “Mojang Jajaka” Ditunggu hingga 6 Agustus

Para finalis Mojang Jajaka 2015 sedang mengajar anak-anak di Komunitas Cinta Baca, Bogor, Jawa Barat, pada November tahun lalu. [SHNet/Ist].

SHNet, Jakarta – Ajang pencarian Mojang Jajaka Kota Bogor 2016 masih menunggu pendaftar. Waktu pendaftaran peserta kompetisi bertajuk “Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bogor 2016” yang telah dibuka sejak 20 Juli 2016 lalu ini, akan diperpanjang hingga akhir pekan, Sabtu (6/8) mendatang. Ketua Panitia, Septian Awaludin, menginformasikan hal ini kepada SHNet, Kamis (4/7) pagi ini.

“Info lebih lengkap tentang pendaftaran dapat diperoleh melalui akun Facebook: Mojang Jajaka Kota Bogor,” kata Septian.

Selain itu, menurutnya, informasi juga dapat diperoleh dari akun Instagram atau Twitter @moka_kota_bogor dan laman www.mokakotabogor.com. Ia menjelaskan, setelah pendaftaran, para peserta akan masuk ke tahap pertama, yakni verifikasi data dan interview peserta. Tahap ini bertujuan mencari peserta untuk masuk pada 100 besar.

“Setiap tahun ada lebih dari 100 pendaftar,” kata Septian.

Menurutnya, tahap tersebut akan diikuti seleksi berikutnya guna memilih para semi finalis. Para semifinalis ini yang akan menjalani karantina selama empat hari. Karantina tersebut, menurut Septian termasuk dalam proses seleksi untuk menentukan 30 besar calon Mojang Jajaka 2016.

“Setelah itu, barulah masuk tahap akhir yaitu pencarian finalis. Para finalis ini yang merupakan duta pariwisata,” ujarnya menjelaskan.

Para finalis tersebut yang kemudian akan mendapatkan pembekalan berupa berbagai materi yang penting bagi seorang duta wisata. Seleksi berikutnya adalah untuk menentukan beberapa finalis yang akan mendapatkan gelar Mojang Jajaka 2016.

“Mereka itulah yang akan mendapatkan selempang emas,” kata Septian.

Sangat Berkesan
Fitri, finalis Mojang angkatan 2014 mengatakan, momen mengikuti Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bogor merupakan pengalaman yang sangat berkesan. Menurutnya, ajang tersebut bukan hanya membuat dirinya mendapatkan teman-teman yang luar biasa melainkan juga pengalaman baru dan ilmu yang baru.

“Ilmu yang kami dapat di Mojang Jajaka Kota Bogor banyak,” kata Fitri.

Fitri bersama rekannya, Jajaka finalis Mojang Jajaka Kota Bogor 2014. [SHNet/Ist].
Fitri bersama rekannya, Jajaka finalis Mojang Jajaka Kota Bogor 2014. [SHNet/Ist].
Menurutnya, ajang Pasanggiri telah memberikan berbagai ilmu dan pengetahuan, mulai dari mengenal diri sendiri hingga pengetahuan mengenai tata cara yang baik dalam menghadapi situasi apa pun. Pengetahuan terssebut menurutnya sangat bermanfaat dalam bersosialisasi dan berkomunikasi.

“Kami juga diajari cara berkomunikasi yang baik saat menyampaikan suatu hal kepada masyarakat dari berbagai golongan,” kata Fitri.

Ia menuturkan, setelah menyelesaikan tugas sebagai bagian dari Mojang Jajaka 2014, dirinya bergabung dengan Paguyuban Mojang Jajaka (PMJ) Bogor. Menurutnya, di PMJ terdapat bidang-bidang yang dapat memfasilitasi anggotanya untuk berkarya memajukan pariwisata Bogor.

“Saat ini, saya memegang amanah sebagai Sekretaris Umum PMJ,” tuturnya mencontohkan.

Widiyanti, Mojang 2015, saat sedang bertugas di Balai Kota Bogor beberapa waktu lalu. [SHNet/Ist].
Widiyanti, Mojang 2015, saat sedang bertugas di Balai Kota Bogor beberapa waktu lalu. [SHNet/Ist].
Senada dengan Fitri, Mojang angkatan 2015, Widiyanti, menuturkan, mengikuti Pasanggiri merupakan langkah awalnya untuk meniti karier yang lebih baik. Proses karantina menurutnya telah membuat dirinya banyak belajar cara berbicara di depan publik, cara berperilaku dan bersikap, serta cara menjadi figur publik yang baik.

“Cita-cita saya sebenarnya menjadi pramugari, tapi saya lama di dunia modelling, sejak kelas 2 SMA. Sekarang sih, saya masih merasa nyaman dengan dunia modelling,” kata Widiyanti.