Masyarakat Kendeng Akhirnya Diterima Kepala Negara

Masyarakat Kendeng Akhirnya Diterima Kepala Negara

(Ilustrasi) - Masyarakat Kendeng melakukan aksi demonstrasi di depan Istana Negara Jakarta beberapa waktu lalu. (Ist)

SHNet, PATI – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima 18 orang perwakilan masyarakat Kendeng, Gunung Kapur, Pati, Jawa Tengah di Istana Negara, Selasa (2/8).  Masyarakat Kendeng dalam kesempatan tersebut menyampaikan keluhannya terkait dengan polemik pendirian pabrik semen dan eksploitasi kawasan sekitar tempat tinggal mereka.

Menurut Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Teten Masduki, yang mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan tersebut, diskusi kedua belah pihak berjalan dengan baik. “Saya kira pembicaraan cukup baik, bicara dalam bahasa Jawa yang santun. Intinya saya kira tadi Bapak Presiden sudah mendengar keluhan dari masyarakat Kendeng tentang pembangunan pabrik semen dan eksploitasi kawasan Gunung Kapur di wilayah Kendeng,” katanya.

Presiden Jokowi, katanya, menawarkan solusi untuk dilakukannya kajian lingkungan strategis terkait kelayakan eksploitasi kawasan tersebut. Dengan demikian nantinya bisa diketahui mana kawasan yang bisa dieksplotasi dan mana yang tidak boleh dilakukan.

Baca juga:

Saat ini sudah dibangun satu pabrik semen milik PT Semen Indonesia yang tahap penyelesaiannya mencapai 95 persen. Namun, jarak antara pabrik tersebut dengan kawasan tambangnya mencapai 10 kilometer.  “Jadi kalau di pabriknya ini memang sudah dapat izin, begitu pula pabriknya sudah berdiri. Tapi, kawasan tambangnya itu masuk dalam kategori yang perlu dilihat kembali lewat kajian lingkungan hidup strategis,” jelasnya.

Kepala Negara menugaskan Kantor Staf Kepresidenan untuk memimpin jalannya kajian lingkungan strategis tersebut sehingga selama proses kajian berlangsung, eksploitasi tambang belum bisa dilakukan.

Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng, Gunretno, menyatakan sepakat dengan apa yang dibicarakan dengan Presiden Jokowi. Selain itu, warga Kendeng siap untuk dilibatkan dan diajak berdiskusi bersama terkait masalah tersebut. “Karena sudah ada kesepahaman dengan Pak Jokowi, saya berharap agar hal tersebut ditindaklanjuti secepatnya. Warga siap diajak rembukan, karena selama ini warga tidak pernah diajak berembuk. Budaya rembukan harus kita pikirkan bersama-sama,” katanya.(IJ)