Indonesia Peringakat 110 Indeks Pembangunan Manusia

Indonesia Peringakat 110 Indeks Pembangunan Manusia

Ist

SHNet, VIETNAM – Pemuda harus memiliki tanggung jawab terhadap kehidupan bermasyarakat, tidak hanya menuntut ilmu tetapi juga harus menjaga keseimbangan mengenai tanggung jawab sosial. Semua pemuda harus bertanggung jawab terhadap keamanan dan ketertiban sosial di manapun ia berada.

Hal tersebut dikemukakan Peter John Warner, The Chair Conference Asian Youth Forum (AYF) ke-14 yang digelar di Kota Da Nang dan Hue, Vietnam pada 31 Juli – 7 Agustus 2016 dalam keterangannya, Kamis (18/8). Tema AYF ke-14 kali ini adalah Social Responsibility.

Konferensi tahunan pemuda tingkat Asia yang telah berlangsung sejak 1999 ini dihadiri oleh 56 delegasi dari negara-negara di Asia termasuk Indonesia yang memiliki dua perwakilan, yakni Novia Kardiyanti (22) dan Sella Lametta (21). Konferensi pemuda ini menjadi penyegaran tersendiri bagi pemuda Indonesia untuk memiliki tanggung jawab sosial demi mendukung peningkatan indeks kehidupan (well-living) Indonesia yang kini berada pada urutan ke-110 di dunia.

Baca juga:

Peter John Warner mengatakan AYF 14 ada empat topik dalam konferensi kali ini, yakni terkait tanggung jawab sosial seperti living well within the limits of nature, consumable resources and social conflict, students/youth as global citizens-the triple bottom line, dan social responsibility.

Dinil Pushpalal, ahli Human Security dari Universitas Tohoku, Jepang mengungkapkan, dalam hal biocapacity dan ecological footprint, Indonesia menempati posisi sebagai kreditor dalam hal Sumber Daya Alam bersama dengan Mongolia dan Rusia. Akan tetapi, untuk angka “well-living” berdasarkan Human Development Index(HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia, Indonesia berada pada urutan ke-110 di bawah Thailand (93) dan Russia (50).

HDI ini diperoleh dari sepertiga jumlah antara life expectancy index, education index, dan GDP index. Untuk memperoleh angka HDI yang tinggi, setiap negara termasuk Indonesia harus dapat mengimbangi tiga faktor tersebut. “Pemuda sebagai penerus keberhasilan masa depan bangsa harus memperhatikan faktor-faktor lain di luar diri sendiri, pemuda harus peka terhadap lingkungan dan sosial baik nasional maupun internasional (environmental responsibility and social awareness) seraya meningkatkan kemampuan akademis (academic excellent),” katanya. (IJ)