Airport Bali Ngurah Rai

Airport Bali Ngurah Rai

Presiden Soeharto Resmikan

Jakarta, 2 Agustus 1969 – Presiden Soeharto pada peresmian Pelabuhan Udara Internasioanal Ngurah Rai (Tuban)-Bali hari Jum’at menyebutkan peristiwa itu sangat penting artinya dalam kemajuan dunia dewasa ini, lebih-lebih bagi tanah air kita, yang sangat luas dan terdiri dari ribuan pulau, yang saat ini sedang melaksanakan pembangunannya.

Perhubungan udara sebagai alat pengangkutan cepat untuk orang dan barang merupakan kebutuhan yang mutlak, kata Presiden, untuk mewujudkan kesatuan bangsa dalam arti yang luas, baik kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial, kesatuan kebudayaan maupun kesatuan pertahanan-keamanan.

Menurut Presiden letak geografis Indonesia yang sangat strategis antara Benua Asia dan Australia harus kita manfaatkan sehigga kita mampu menjadi penyelenggara hubungan utama dari kedua Benua itu.

Dan dalam hal ini tercapai pulalah kemajuan dalam suatu aspek penting dibidang fasilitas kepariwisataan didaerah Bali, yang dengan tambahan fasilitas itu Presiden mengharapkan Bali dapat berkembang lebih pesat, yang selanjutnya mengembangkan pula daerah pariwisata lainnya.IMG_0002

Kepada semua pihak Presiden meminta agar Pelabuhan Udara Ngurah Rai dipelihara sebaik-baiknya dan menunjukkan bahwa kita bukan saja dapat membangun dan gemar kepada baran baru, tapi juga mampu memelihara yang telah ada.

pelabuhan Udara itu diberi nama Pelabuhan Udara “Ngurah Rai” adalah sebagai penghormatan dan pengabdian jasa Kolonel Anumerta Ngurah Rai atas perjuangan dan kepahlawanannya dalam mempertahankan kemerdekaan serta kehormatan negara dan bangsa. (SH)