Banyuwangi Siapkan 1000 Homestay

Banyuwangi Siapkan 1000 Homestay

Pantai Pulau Merah salah satu destinasi wisata di Banyuwangi. (ourtripaddress.blogspot.com)

 

SHNet, Jakarta- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi menandatangani kerjasama dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk menyiapkan 1.000 homestay dalam rangka mendukung sektor pariwisata Banyuwangi. Penandatanganan MoU ini dikawal langsung Menpar Arief Yahya serta Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

Arief Yahya mengatakan, Kemenpar mendorong pembangunan homestay di daerah-daerah wisata untuk memberi alternatif tempat menginap bagi wisatawan. “Kami sudah bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) serta BTN untuk mewujudkan 1.000 homestay,” ujarnya dalam siaran pers, kemarin.

Ada 17 desa/kelurahan yang ditunjuk sebagai area pengembangan homestay di Banyuwangi. Desa yang ditunjuk merupakan desa-desa yang memiliki potensi wisata dan kearifan lokal. Desa tersebut antara lain Kelurahan Temenggungan (Kecamatan Banyuwangi), Gombengsari (Kalipuro), Desa Bakungan dan Kampunganyar (Glagah), Banjar dan Tamansari (Licin), Kandangan (Pesanggaran), Sumberasri (Purwoharjo), dan Kalipait (Tegaldlimo).

Dan 17 kepala desa dan lurah tersebut langsung menandatangani perjanjian kesanggupan untuk mengembangkan homestay yang berwawasan lingkungan. “Desainnya harus mencerminkan kearifan lokal. Intinya bangunan yang khas Indonesia,” kata Arief Yahya.

Ia menambahkan, Pihaknya telah menggandeng sejumlah BTN untuk membiayai program tersebut. Para warga desa yang akan membangun homestay, dijamin akan dibantu pembiayaannya dengan cicilan dan bunga yang sangat ringan.

“Biayanya akan murah sekali. Skemanya, cukup membayar uang muka 1 persen dengan bunga fixed 5 persen. Tenornya hingga 20 tahun,” kata Arief Yahya.

Banyuwangi sangat mendukung program Kemenpar yang berbasis masyarakat ini. Pengembangan wisatanya langsung melibatkan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Ini pasti bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar obyek wisata. Ke depan, arsitektur bangunan homestay akan dibuat dengan arsitektur bergaya Suku Using,” kata Azwar Anas.

Pembangunan 1000 homestay di Banyuwangi pun diyakini Anas akan berjalan mulus. Itu dikarenakan sebelum penandatanganan MoU, Pemkab Banyuwangi sudah memberdayakan warga untuk mengembangkan homestay secara bertahap.

Warga yang mengembangkan homestay dilatih dengan melibatkan instruktur dari sejumlah hotel berbintang di Banyuwangi dan Bali.

“Warga sudah dilatih manajemen penginapan yang bagus, termasuk yang terakhir ada pelatihan penyajian makanan khas Barat seperti burger agar bisa memenuhi permintaan wisatawan asing yang menginap,” ujarnya.