Dituding Darurat Akidah, Purwakarta Ternyata Kabupaten Paling Toleran

Dituding Darurat Akidah, Purwakarta Ternyata Kabupaten Paling Toleran

Ilustrasi/www.nowbali.co.id

SHNet, Purwakarta – Paling toleran di daerah paling intoleran. Itulah Purwakarta! Meski berada di Jawa Barat, Provinsi paling intoleran, Purwakarta dianggap sebagai kabupaten paling toleran karena memberlakukan kebebasan beragama. Kebebasan tersebut diatur dalam surat edaran tentang kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Karena toleransi yang dikembangkan di Purwakarta tersebut, Ketua Komnas HAM Imdadun Rahmat Sabtu (4/6) lalu berkunjung ke Purwakarta untuk menemui Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Di Bale Nagri Purwakarta itu, Imdadun disambut langsung oleh Wakil Bupati Purwakarta Dadan Koswara. Keduanya membicarakan perkembangan toleransi keberagamaan serta implementasi Satgas Toleransi yang pernah dibentuk Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Selain bermaksud ingin mengetahui dua hal tersebut, Imdadun juga bermaksud memverifikasi surat edaran tentang kebebasan agama dan berkeyakinan. Menurut laporan yang sudah ia terima beberapa bulan yang lalu, Purwakarta sudah menjalankan surat edaran tersebut dengan baik sesuai dengan koridor konstitusi Pancasila.

Atas dasar itulah ia juga menyampaikan bahwa Dewan HAM Perserikatan Bangsa-bangsa memasukan Kabupaten Purwakarta menjadi salah satu calon penerima anugerah penghargaan daerah paling toleran di Indonesia.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Ketua Komnas HAM Imdadun Rahmat.
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Ketua Komnas HAM Imdadun Rahmat. (Foto : Ist)

“Purwakarta memiliki komitmen nyata bukan hanya dalam peraturan tetapi sudah melaksanakan peraturan itu dalam bentuk perlindungan atas kebebasan beragama dan berkeyakinan bagi kaum minoritas maupun minoritas di daerahnya ini. Kita sedih Jawa Barat termasuk daerah paling intoleran tetapi justru di daerah paling intoleran ini ada Purwakarta yang menjadi Kabupaten paling toleran di Indonesia,” kata Imdad.

Imdad mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Purwakarta tersebut. Dia melihat di Purwakarta tidak pernah ada pembubaran upacara peribadatan yang melibatkan kaum minoritas ataupun mayoritas sehingga sangat wajar jika Purwakarta menjadi daerah percontohan bagi perlindungan kebebasan beragama dan berkeyakninan di Indonesia.

“Saya kira Purwakarta menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk beragama dan berkeyakinan,” kata Imdadun kepada Bupati Purwakarta yang hadir menyusul.

Kepada Bupati, ia berpesan supaya lebih mengefektifkan kerjasama yang telah dibangun antara Komnas HAM dengan Kabupaten yang pernah mendapat tuduhan “Darurat Akidah” dari salah satu ormas Islam garis keras ini. Dia menyerukan agar setiap kepala daerah tidak berdiam diri ketika menghadapi apapun bentuk gerakan intoleran yang menyerang wilayahnya.

“Saya membaca melalui media pernah ada tuduhan bahwa Purwakarta darurat akidah. Tugas kepala daerah beserta jajarannya tidak berdiam diri menghadapi hal seperti ini. Purwakarta sudah luar biasa menghadapi gangguan intoleransi. Saya kira semua tata cara beragama dan berkeyakinan memang harus dihormati,” katanya. (Ahadi)