Perusda Kalbar Bangun Pabrik Pupuk NPK

Perusda Kalbar Bangun Pabrik Pupuk NPK

Ist

SHNet, BENGKAYANG – Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), membangun pabrik pupuk kimia yang secara khusus memproduksi nutrisi tanaman jenis Natrium, Posfat dan Kalium (NPK). Pembangunan pabrik pupuk NPK tersebut sesuai dengan permintaan tertinggi di tingkat petani.

Direktur Utama Perusda Kalbar, Paulus Florus, di Bengkayang, Senin (30/5), menjelaskan tahap pertama pabrik pupuk akan memproduksi 30.000 ton yang beroperasi per 1 Juli 2016.

“30.000 ton untuk memenuhi permintaan pesanan Bupati Mempawah, Ria Norsan dan Bupati Kubu Raya, Rusman Ali, dalam tahun anggaran 2016,” kata Paulus Florus.

Menurut Paulus Florus, pabrik milik Pemprov Kalbar tersebut beroperasi di lahan seluas 1,5 hektar di Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang, dengan total investasi tahap pertama Rp 25 miliar, yang bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalbar.

Dari total investasi itu, sebanyak Rp 17 miliar di antaranya adalah pembelian mesin pabrik dan jaringan pendukung, sehingga bisa beroperasi sesuai kebutuhan pasar masyarakat petani di Kalbar. Paulus Florus menuturkan, kapasitas produksi pupuk 30.000 ton per tahun, akan terus ditambah  seiring dengan permintaan pasar.

Setelah tiga tahun kemudian, Perusda Kalbar akan memproduksi pupuk organik. “Pupuk jenis NPK merupakan kebutuhan terbesar masyarakat petani, sehingga pemprov mesti menempuh langkah konkret di dalam meningkatkan produktivitas petani,” ungkapnya.

Kebutuhan pupuk secara kumulatif di Kalbar mencapai lebih dari satu juta ton per tahun. Kebutuhan pupuk bersubsidi saja pada tahun 2015 sebanyak 152.900 ton. Paulus Florus menyebutkan, jumlah tersebut terdiri dari lima jenis pupuk, yaitu UREA 35.500 ton, SP 36 14.000 ton, ZA 5.500 ton, NPK 74.000 ton dan pupuk organik 23.000 ton.

Alokasi tersebut melibatkan empat produsen diantaranya pupuk UREA di produksi oleh Pupuk Iskandar Muda, SP 36, ZA dan NPK Konstra oleh Petrokimia Gresik, NPK Pelangi oleh Pupuk Kaltim, dan Pupuk Organik oleh PT PUSRI Palembang. Selain itu distribusi melibatkan 40 distributor dan 700 pengecer di Kalimantan Barat. (Aju)