Perlu Pelatihan Bagi Perempuan Pelaku Industri Rumahan

Perlu Pelatihan Bagi Perempuan Pelaku Industri Rumahan

Cukup banyak perempuan di Indonesia menjadi pelaku industri rumahan. Mereka perlu pelatihan dan pendampingan agar usaha mereka bisa berkembang. (nyenggak.blogspot.com)

SHNet, Jakarta- Cukup banyak perempuan Indonesia yang berkarya di industri rumahan. Sekitar 70-75 persen tenaga kerja di industri rumahan adalah perempuan.

 

“Ada sekitar 50 juta jumlah ekonomi mikro di Indonesia. Sebanyak 36 persen kontribusi perempuan untuk negara. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendukung industri rumahan untuk mengurangi pengangguran dan moratorium TKI,” ujar Deputi Kesetaraan Gender Bidang Ekonomi Eko Novi pada Penandatangan Kesepakatan Bersama Kementerian PP dan PA dengan para Bupati/Walikota pelaksana pengembangan industri rumahan, di Jakarta, Senin (30/5).

 

Meski demikian, para perempuan pelaku industri rumahan belum dapat membuat produk yang berkualitas, terbatas mengembangkan produknya, belum terlalu paham tentang manajemen usaha karena banyak yang belum memperoleh pelatihan dan pendampingan.

 

“Mereka butuh pendampingan. Kalau hanya modal tanpa pendampingan, industri mereka tidak berkembang,” tutur Eko Novi.

 

Oleh sebab itu, dia menghimbau para bupati/walikota untuk memiliki peta dan analisis tentang perempuan pelaku industri rumahan yang berada di industri mikro.,

 

Sementara itu Bupati Kendal Mirna Anisa mengatakan Kabupaten Kendal menjadi pilot project pengembangan industri rumahan. Pasalnya, daerah ini termasuk daerah yang paling banyak perempuannya menjadi TKW.