Jokowi Perlu Bersihkan 4400 Lawan Politiknya di BUMN

Jokowi Perlu Bersihkan 4400 Lawan Politiknya di BUMN

Ist

SHNet, JAKARTA – Pergantian posisi didalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin Menteri BUMN Rini Soemarno dinilai menyimpan potensi pelemahan yang cukup signifikan bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 mendatang.

Pelemahan diidentifikasi Ketua Relawan Jokowi yang tergabung dalam kelompok “batman”, Immanuel Ebenezer. Dalam sebuah diskusi di Jakarta, Immanuel memaparkan, di Indonesia diperkirakan ada 119 BUMN, 300 anak BUMN, dan 400 cucu BUMN. Total ada sekitar 800-an BUMN dari induk hingga  anak dan cucunya. Dari jumlah itu, rata-rata ada 3 posisi komisaris dan 3 posisi direksi. Berarti total ada 4800 posisi di BUMN dari induk hingga anak cucu.

“Kalau selama 1 tahun 8 bulan ini pergantian komisaris dan direksi baru menyentuh sekitar 400-an orang, maka masih ada sekitar 4.400 orang lama di dalam sana yang bisa jadi merupakan lawan politik atau minimal bukan pendukung Jokowi di Pilpres kemarin,” kata Ketua Relawan Jokowi dari Batman, Immanuel Ebenezer, saat membuka diskusi “Revolusi Mental dan Bersih-bersih BUMN” di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (27/5/2016).

Kenapa sekitar 4.400 komisaris dan direksi di identifikasikan sebagai lawan politik atau bukan pendukung Jokowi? Immanuel melanjutkan, karena mereka bukan dari rekomendasi dari partai pendukung maupun kelompok-kelompok relawan pendukung Jokowi.

Baca juga:

“Bisa dikatakan, dari 4.400 an nama itu sudah ditempatkan jauh waktu sebelum Jokowi menjadi Presiden. Dengan kata lain, mereka adalah orang pilihan pemerintahan sebelum Jokowi,” ungkap dia.

Dari hitungan kasar tersebut, kalau berandai-andai, jika gaji dari 4.400an orang itu rata-rata per bulan Rp20 juta saja, maka pemerintahan Jokowi menggaji “lawan politiknya” setiap bulan Rp88 miliar atau setara Rp1.056 triliun per tahun.
“Hitungan itu memang tidak akurat, tapi bisa untuk menjadi gambaran bagi kita bahwa pemilu 2019 nanti logistik dan jaringan ada di tangan lawan-lawan Jokowi,” pungkasnya.

Hadir dalam diskusi tersebut sebagai pembicara yakni Don K Marut (Pengawas Kebijakan Publik & Kerjasama Internasional), Emrus Sihombing (Pengamat Politik), Ray Rangkuti (Aktivis & Pengamat Politik), Agus Pambagio (Pengamat Kebijakan Publik), dan Adhie M Massardi (Koordinator Gerakan Indonesia Bersih). (BAP)