Jimmy Masrin: Saya benar-benar geregetan …

Jimmy Masrin: Saya benar-benar geregetan …

Ist

SHNet, JAKARTA – Sebagai Founder Indonesia Masters sekaligus sebagai Ketua Asian Tour, Jimmy Masrin mengungkapkan rasa syukurnya karena pihaknya dapat mengumumkan kepada publik bahwa event yang sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemar olahraga golf – baik lokal maupun internasional – akhirnya dapat dilaksanakan kembali. Tepatnya pada 6-9 Oktober 2016 mendatang.

Menjawab pertanyaan yang diajukan SHNet tentang bagaimana dukungan yang diberikan oleh pemerintah, secara jujur sejak 3-4 tahun terkahir pihaknya selalu berhubungan dengan Kementerian Pariwisata sebagai representasi dari pemerintah Republik Indonesia. “Tapi, mereka perlu di-educated,” tegas Jimmy Masrin.

Memang, harus diakui bahwa dalam mensupport turnamen golf khususnya dan terutama turnamen golf professional , pemerintah kita masih tertinggal jauh dengan Malaysia, Singapura dan Thailand.

Contoh aktual dan faktual adalah tentang turnamen Indonesia Open 2015. Begitu PB PGI (sebagai sanction body) menunda  penyelenggarakan event yang sangat menyejarah, khususnya bagi masyarakat golf di tanah air – dengan alasan karena tidak ada sponsor dan event tersebut ditunda sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan– Asian Tour segera memindahkan event akbar tersebut ke Singapura. Tentu namanya disesuaikan dengan nama sponsor yang mendukung turnamen tersebut.

Baca juga:

Kepindahan tersebut adalah, agar calender of event yang telah disusun, tidak terganggu dan berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan oleh para pro dari penjuru dunia yang berkompetisi  di ajang pro yang masuk dalam rangkaian Asian Tour.

Terlepas dengan adanya banyak hambatan, negeri jiran tersebut memiliki komitmen yang tinggi dalam mensupport perhelatan golf professional. Kenapa hal tersebut terjadi, karena menurut himpunan fakta dan data yang ada, di negeri jiran tersebut hubungan antara institusi pemerintah dan asosiasi olahraga golf sangat baik. Ada kesadaran yang sama bahwa dengan adanya event golf pro yang masuk ke dalam rangakain Asian Tour yang digelar di negara mereka – akan menambah devisa negara dari sektor pariwisata.

Diakui atau tidak, hubungan yang baik antara institusi pemerintah dan asosiasi olahraga golf yang ada di Singapura (juga Malaysia dan Thailand), memang belum terjadi di republik ini. Kesan yang ada justru sebaliknya. Antara institusi pemerintah dan asosiasi golf yang ada di republik ini masing-masing berjalan sendiri-sendiri.

Akibat nihilnya hubungan yang baik tersebut, wajar apabila devisa kita dari sektor pariwisata (di dalamnya sudah termasuk destinasi golf) masih kalah jika dibandingkan dengan Thailand – sebagaimana yang diungkapkan Jimmy Masrin. “Meskipun begitu saya tidak akan menyerah,” tukas Founder Indonesia Masters yang juga Ketua Asian Tour  itu.

“Kesempatan banyak dan saya tidak akan mundur. Saya benar-benar geregetan banget …!” (Toto Prawoto)