Jangan Takut Krisis Daging Sapi, NTT Siap Penuhi Pasar Jakarta

Jangan Takut Krisis Daging Sapi, NTT Siap Penuhi Pasar Jakarta

Ilustrasi/Ist

Kupang, SHNet – Pekan depan, kapal ternak Camara Nusantara I yang disiapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan kembali mengangkut ternak sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah sebelumnya mengangkut 500 ekor sapi dari daratan Sumba dan Kupang.

Kapal Camara Nusantara I, sesuai rencana, akan kembali ke Kupang pada awal Juni 2016 untuk mengangkut sapi milik para peternak yang telah disediakan di karantina maupun peternakan masing-masing pengusaha.

PT Bumi Tirta sebagai sentra peternakan terbesar di wilayah itu, siap memenuhi kuota sapi lokal hidup sesuai permintaan pasar. Direktur PT Bumi Tirta Buce Frans menyatakan siap memasok sapi ke pulau Jawa khusunya DKI Jakarta sesuai dengan kontrak kerja maupun permintaan pasar.

Untuk memenuhi kapal dengan kapasitas 500 ekor sapi, PT Bumi Tirta telah menyediakan 100 ekor untuk diangkut menggunakan kapal bantuan Presiden Jokowi itu.

“Kapal Jokowi, kami dikasih tiap trip itu seratus ekor. Kenapa, karena PT. Bumi Tirta termasuk pioner atau perintis. Jadi waktu kapal Jokowi masuk atau Camara Nusantara masuk, itu muat sehingga sekarang sudah lancar (pengiriman). Kita dikasih ruangan seratus ekor tiap trip, tiap 12 hari,” kata Buce, Senin (30/5).

Disampaikannya, saat ini kapal tersebut sudah berada di Cirebon dan akan memasuki wilayah perairan Jakarta. Menurut Buce, setelah bongkar muatan, kapal tersebut akan kembali ke Kupang pada tanggal 2 atau 3 Juni untuk mengangkut 100 ekor sapi lagi.

Perusahaan ternak sapi yang sudah berdiri puluhan tahun itu mematok harga sapi hidup dengan bobot dibawah 300 kilogram, dengan harga Rp 30.000 per kilogram. Sedangkan bobot diatas 300 kilogram dipatok dengan harga Rp 34.000 per kilogramnya.

Dia menyampaikan, PT Bumi Tirta merupakan salah satu sentra ternak sapi di Kupang yang dipercayai dua perusahaan asal Jakarta yang keduanya ditunjuk pemerintah pusat untuk memasok sapi sesuai penandatanganan MoU bidang ternak antara pemerintah NTT dan DKI Jakarta.

“Dalam sebulan, mereka mampu mamasok sapi hidup sebanyak 500-600 ekor ke DKI Jakarta sehingga diharapkan pemerintah mengurangi angka impor sapi dari luar negeri agar tidak ada yang merasa dirugikan,” ujar Buce. (Dis Amalo)