Ini Alasan Kenapa Harus Genjot Sektor Pariwisata

Ini Alasan Kenapa Harus Genjot Sektor Pariwisata

Salah satu pemandangan "Senja Kaimana" yang bisa dinikmati di Kota Senja, Kaimana, Papua Barat (IJ/SHNet)

SHNet, JAKARTA – Berbagai upaya dilakukan Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Rizal Ramli, untuk menggenjot pariwisata. Hal itu menjadi bukti bahwa yang bersangkutan sudah mengenali kekuatan dan potensi Indonesia.

Rizal Rami setidaknya menyadari bahwa industri pariwisata menjadi sektor andalan di tengah pelemahan ekonomi domestic saat ini. Pada 2014 sektor pariwisata menyumbang 9,3 persen dari total PDB nasional dengan devisa sebesar Rp 133,9 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 9,8 juta orang.

“Kita mengapresiasi langkah Menteri Rizal Ramli karena dia paham bahwa bisnis pariwisata sangat dahsyat dan menghasilkan duit,” kata anggota DPD RI, I Gede Pasek Suardika, di Jakarta, Sabtu (28/9).

Baca juga:

Menurut Gede Pasek, sektor pariwisata adalah salah satu yang tidak begitu terpengaruh terhadap ketidakpastian dan kelesuhan ekonomi dunia. Karena itu berbagai langkah Rizal dalam menggenjot sektor pariwisata patut diapresiasi. Bisnis pariwisata adalah bisnis yang paling dahsyat karena orang yang datang pasti membelanjakan uang.

Kedua, tidak ada yang hilang dari bisnis ini, karena mereka datang untuk melihat pemandangan atau keunikan suatu daerah. “Ini bedanya dengan bisnis tambang, di mana alam dirusak dan sebagainya,” katnya.

Selain itu, dampak pengembangan sektor pariwisata langsung dirasakan masyarakat, seperti penjualan souvenir, penginapan, hotel, kuliner dan sebagainya. Karennya, berbagai event yang dibuat Menko Rizal Ramli untuk mempromosikan potensi Indonesia, seperti Tour de Flores, Badan Otorita Danau Toba, perencanaa Sail Selat Karimata dan sebagainya patut didukung dan didorong.

Sementara Direktur Eksekutif Center for Budget Analisis (CBA), Uchok Sky Khadafi,  mengatakan di tengah turunnya ekspor Indonesia akibat lesunya perdagangan dunia, sektor pariwisata berpeluang menjadi andalan Indonesia untuk mendulang devisa negara.

Ia menilai, upaya menggenjot pembangunan pariwisata guna mendulang devisa merupakan pemikiran yang cerdas, strategis dan memandang jauh ke depan. Rizal Ramli sebelumnya menyatakan, pariwisata merupakan sektor yang paling potensial mendatangkan devisa dan paling mudah menciptakan lapangan kerja. Kebutuhan investasinya pun hanya US$ 3.000/orang , atau jauh lebih rendah dari investasi di industri padat modal yang memerlukan US$ 100.000/orang. (IJ)