Tanah Sekolah Diduga Beracun, 500 Pelajar Kompak Sakit

Tanah Sekolah Diduga Beracun, 500 Pelajar Kompak Sakit

Ilustrasi (Ist)

SHNet, Beijing – Pemerintah pusat Tiongkok, Senin (18/4), mengatakan akan melakukan investigasi atas laporan yang menyebutkan hampir 500 pelajar sakit dengan gejala-gejala yang menyerupai kanker di sebuah sekolah yang dibangun dekat dengan pabrik kima yang baru-baru ini ditutup, di Timur Tiongkok.

Televisi pemerintah CCTV menyebutkan, dalam siaran hari Minggu (17/4), konsentrat tinggi dari sejumlah cairan kimia berbahaya menyebabkan gejala-gejala liphomia dan leukimia di atara pelajar di Sekolah Bahasa Asing di Changzhou, 170 km di barat laut Shanghai.

Menteri Pendidikan, Senin, mengatakan telah mengirimkan timnya untuk menginvestigasi hal tersebut. Sementara itu, pejabat daerah provinsi Jiangsu mengatakan, mereka akan menguji ulang apa yang sebelumnya pernah mereka bantah tentang isu kualitas tanah di sebuah wawancara dengan CCTV.

Kementerian, lewat microblog resminya, mengeluarkan pernyataan resminya atas hal tersebut, berkomitmen melindungi fisik pelajar dan kesehatan mentalnya.

Tiongkok sedang didera kekhawatiran kesehatan masyarakat dan sudah tidak terhitung ada berapa warga Tiongkok yang membawa persoalan tersebut ke sosial media pekan ini, menggerutui persoalan yang menyentuk objek yang paling sensitif: anak-anak. Pekan lalu, raturan pejabat lintas daerah dihukum atas penjualan vaksin anak-anak yang cacat.

Kasus tersebut juga menegaskan kepelikan polusi air bawah tanah Tiongkok—isu yang dibayang-bayangi kejahatan negara—hanya satu minggu setelah Kementerian Sumber air mempublikasikan hasil temuan bahwa lebih dari 80 persen air sumur bawah tanah di Tiongkok tidak bagus untuk dikonsumsi manusia.

Sekolah Changzhou yang berisikan lebih dari 2000 pelajar terletak berdekatan dengan Changlong, perusahaan kimia yang sebelumnya didenda pemerintah provinsi karena penyalahgunaan lingkungan.

Hasil investigasi yang dilakukan CCTV menghasilkan temuan dari narasumber rahasia mereka bahwa para pekerja sempat membuang atau mengubur sampah kimia dan sejumlah karyawan telah terkena penyakit kulit. Ditaksirkan, level racun kimia chlorobenzene mendekati 95.000 kali batas nasional, sedangkan di sisi lain, saat penelitian kondisi tanah masih berjalan, konstruksi sekolah telah dimulai.

Untuk membantah laporan tersebut, sekolah mempublikasikan 2 hasil pengecekan lingkungan yang dilakukan bulan Maret, dalam websitenya pada Jumat (15/4) lalu, yang hasilnya telah memenuhi standar kesehatan lingkungan. Hal yang sama juga dilakukan pemerintah Changzhou.
Diketahui, pada Senin, ada 2451 pelajar dalam kelas-kelas kecuali 1 orang bolos, 4 orang sakit, dan 5 lainnya sedang dalam proses pindah sekolah. Dari 210 guru, hanya 3 orang yang tidak ada di sekolah. (AP)