Populerkan Pariwisata Ketika Timah Turun Pamor

Populerkan Pariwisata Ketika Timah Turun Pamor

Sungailiat Triathlon membuka pintu pariwisata Bangka agar dikenal di Indonesia dan mancanegara. (www.sungailiattriathlon.com)

SHNet, Bangka- Provinsi Bangka Belitung (Babel) sudah lama dikenal sebagai penghasil timah di Indonesia. Masyarakatnya mayoritas memiliki mata pencaharian sebagai penambang timah, di samping nelayan.

Namun, beberapa tahun belakangan ini, produksi timah mulai menurun. Apalagi penambangan timah ini merusak lingkungan. Pemerintah Provinsi Babel berupaya mempopulerkan destinasi-destinasi pariwisata yang ada di daerah tersebut

Upaya ini dilakukan untuk mencari sumber pendapatan lain bagi daerah, disaat timah sudah turun pamor. Berbagai promosi dan even digelar untuk mengundang para wisatawan baik Wisatawan Nusantara (Wisnus) maupun Wisatawan Mencanegara (Wisman) datang ke Babel.

“Timah sekarang sudah menurun dan dampak dari penambangan timah terhadap lingkungan besar. Jadi pariwisata kita genjot supaya hidup,” ujar Gubernur Babel Rustam Effendi pada Sungailiat Triathlon 2016, di Pantai Tanjung Pesona, Sungailiat, Bangka, pekan lalu.

Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bangka. Sebelumnya, Tanjung Kelayang di Belitung telah ditetapkan sebagai KEK oleh pemerintah pusat.

“Kami sudah berbicara dengan Pak Arief Yahya dalam rangka mengedepankan momentum gerhana kemarin jangan sampai terputus. Kami melihat perlu dilakukan kawasan ekonomi khusus seperti yang sudah kita lakukan di Belitung. Kemarin Pak Arief melalui BUMN minta lahan seluas kurang lebih 1000 hektar dari PT Timah untuk dijadikan KEK,” ungkap Rustam.

Menurutnya, jika kawasan ekonomi khusus tersebut sudah turun, maka Pemprov Babel bisa minta dana pusat untuk mendukung infrastuktur yang menuju ke kawasan ekonomi khusus tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Teddy Sudarsono menambahkan, mendongkrak pariwisata di Bangka butuh kerja keras. “Pekerjaan Rumah (PR) berat buat kami agar pariwisata bisa menggantikan posisi tambang timah yang tidak bisa diperbaharui,” kata Teddy.

Dia berharap, dengan even Sungailiat Triathlon bisa membuka pintu pariwisata Bangka agar bisa dikenal bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di mancanegara.
Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pemasaran Bisnis dan Pemerintah, Kementerian Pariwisata Tazbir menambahkan, sudah saatnya masyarakat Bangka tinggalkan timahnya dan beralih ke pariwisata.