Gunung Batu Butuh Perhatian Segera

Gunung Batu Butuh Perhatian Segera

Panorama dari puncak Gunung Batu. (SHNet/Harsenda Sari)

SHNet, Jonggol – Gunung Batu telah menjadi destinasi baru bagi para pencinta ketinggian. Gunung yang berada di Desa Sukaharja, Jonggol, Bogor, Jawa Barat ini dijadikan alternatif liburan karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota.

Hamparan sawah, aliran sungai jernih, dan perbukitan yang bejejer menambah indah kekokohannya. Pemandangan yang disuguhi ketika sampai di puncak menjadi kepuasan tersendiri bagi para pendaki. Ya, sunrise merupakan hal yang paling ditunggu oleh para pendaki.

Di balik keindahan gunung yang baru dibuka tahun 2015 ini, ada banyak rintangan yang bisa membahayakan jiwa pendaki apabila tidak berhati-hati dalam melangkah.

Jalur yang tidak begitu lebar dan tanpa pengaman di sisi-sisinya serta kemiringan yang cukup terjal memaksa pendaki harus menggunakan tali untuk menuju puncak. Salah pijak maka nyawa menjadi taruhannya.

“Menarik dan ketinggiannya yang hanya 800mdpl bisa menjadi destinasi wisata yang sangat menarik bagi pendaki pemula,” ujar Ahmad Tajjudin (26), pendaki asal Kebayoran Lama, yang SHNet temui akhir pekan lalu, di Gunung Batu, Minggu (24/4).

Hal serupa diungkapkan oleh Dahlan Adiguna, pendaki asal Bekasi. Dia pun sepakat bahwa Gunung Batu sebagai rekomendasi pendaki yang baru belajar. Namun terkait fasilitas, menurutnya, masih harus diperbaiki. “

“Fasilitas harus diperbaiki karena banyak orang awam yang mendaki dan yang paling penting adalah tersedianya tempat sampah biar nggak kotor,” tutur Dahlan.

Kreatifitas pendaki saat tiba di puncak Gunung Batu. (Ist)
Kreatifitas pendaki saat tiba di puncak Gunung Batu. (Ist)

Memang, belum ada pengelola profesional yang menangani Gunung Batu, termasuk pemerintah setempat. Masih warga setempat yang mengelolanya secara tradisional.

Misalnya Emid, yang bertugas di pintu masuk Gunung Batu. Selain Emid, ada banyak warga setempat lainnya yang ikut bertugas mengelola destinasi wisata potensial ini secara sederhana.

Padahal, tempat ini tidak pernah sepi pengunjung tiap harinya. “Apalagi pada hari minggu, pengunjung antri ke puncak Gunung Batu,” kata Emid.

Sejumlah pengunjung memang menyadari hal ini dan sangat menyayangkannya. Seperti yang disebutkan Tajjudin tadi, karena belum ada pengelolaan yang baik tak heran uang-uang yang datang dari pendaki untuk pengelola tidak dipakai untuk perbaikan fasilitas.

“Jadi uang yang terkumpul dari para pendaki, sebagian uangnya harus digunakan untuk memberikan fasilitas disana, seperti tali yang ada di beberapa trek sepertinya sudah harus diganti kemudian bendera yang ada dipuncak sudah sangat usang,” ujar Tajjudin.

Dan yang paling penting, menurut Tajjudin, adalah asuransi sebagai antisipasi jika ada pendaki yang mengalami kecelakaan karena meski tergolong pendek, Gunung Batu memiliki track yang cukup menantang.

Penulis: Harsenda Sari (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Nasional)