Baru 21 Tahun, Pria Ini Sudah jadi Milyarder

Baru 21 Tahun, Pria Ini Sudah jadi Milyarder

Andika Sutoro Putra (Instagram Andikasutoroputra)

 

SHNet, Jakarta- Tak pernah terbersit bagi Andika Sutoro Putra alias Putra untuk menjadi salah satu milyarder muda di Indonesia. Terlahir dan dibesarkan dari keluarga sederhana, prestasi Putra kecil di sekolah kurang menonjol.

“Orang tua saya sering dipanggil ke sekolah karena nilai saya rendah. Di sekolah, saya rangking 37 dari 38 siswa,” ujar anak seorang pekerja bengkel kecil di Singkawang, Kalimantan Barat ini.

Namun tidak selamanya sukses di akademis, sukses pula dalam karier. Buktinya, pria muda kelahiran Singkawang, 13 Juni 1994 ini menemukan jalan menuju suksesnya di usia 14 tahun.

Berawal dari perkenalannya dengan seorang supplier CD Suara Walet di Singkawang, Putra mulai merintis usahanya berjualan lewat online. Dia berhasil meraup ratusan juta rupiah dari penjualan online tersebut.

Putra yang kala itu masih remaja, tidak tertarik untuk menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang. Dia justru sibuk mengikuti kelas-kelas yang ditawarkan oleh Tung Desem Waringin.

Setelah mendapatkan ilmu dari Tung Desem Waringin, ia mulai merintis usaha-usaha barunya di Singkawang dan Jakarta. Dia juga melibatkan kerabat dekatnya dalam membangun usahanya ini.

Beragam usaha dibangunnya, mulai dari pakaian, kuliner, interior, garmen hingga properti. Putra saat itu memiliki proyek properti di Bali, perumahan di Bintaro dan apartemen di Bandung.

Berhasilkah dia? Dalam waktu dua tahun, banyak usaha yang dibangunnya mengalami kegagalan. “Saya pernah dua kali tertipu oleh investasi bodong,” ujarnya.

Hal tersebut tidak membuatnya patah arang. Putra justru bangkit dan belajar dari kesalahannya. Salah satu usaha yang masih berjalan adalah investasi di pasar saham.

Putra sendiri bertindak sebagai pengelola dana independen. Dia mengelola dana keluarga, kerabat dan teman-temannya. Portfolio yang dikelolanya tumbuh hingga 400 persen. Empat tahun dia mengelola usahanya ini.

Menginjak usia 18 tahun, Putra sudah memiliki empat apartemen dan mobil. Dia juga melanjutkan pendidikannya di jurusan managemen, business school, Universitas Pelita Harapan.

Di usia 18 tahun, Putra mulai investasi di real estate. Di bawah Magenta Development, Putra berhasil mengembangkan dan mengelola 22 ruko di Kalimantan Barat. Proyek ruko ini bernilai lebih dari Rp 30 miliar. Tidak hanya pengembangan dan pengelolaan, dia juga melakukan analisis investasi properti serta mengelola aktiva berwujud.

Usia 18 tahun, Putra sudah mengelola 22 ruko di Kalimantan Barat. Proyek ruko lnilainya lebih dari Rp 30 miliar. (Instagram andikasutoroputra)
Usia 18 tahun, Putra sudah mengelola 22 ruko di Kalimantan Barat. Proyek ruko nilainya lebih dari Rp 30 miliar. (Instagram andikasutoroputra)

Tidak berhenti di bidang properti saja, pria yang memiliki hobi kuliner ini mendirikan Pungopang, resto es krim dan dessert ala Korea di Pantai Indah Kapuk (PIK), Juni 2014. Restonya ini telah dinobatkan oleh Tokopedia sebagai 7 Cafe dengan Ice Cream terunik di PIK yang Wajib Dicoba.

Lagi-lagi Putra terus berbisnis kuliner dengan mendirikan Harvest Moo, restoran dengan susu sebagai jargonnya di bilangan Serpong. Wiraswasta muda inspirasional ini, sekarang sering banyak diundang sebagai motivator di berbagai seminar.

Putra sering diundang sebagai pembicara dalam seminar. (instagram andikasutoroputra)
Putra sering diundang sebagai pembicara dalam seminar. (instagram andikasutoroputra)

Awal 2015, Putra bersama dengan lima rekannya bergabung dalam satu holding company terdiversifikasi yang memiliki business interest di berbagai sektor ekonomi, yakni Global Pacific International (GPI) sebagai holding company mengelola aset berbagai sektor industri, termasuk pasar modal, real estate, makanan dan minuman serta general trading.

Ia juga mendirikan Richvolution Community yang dulunya bernama Komunitas Investor Muda Indonesia (KIMI). “Komunitas ini ingin mengubah pola pikir anak muda agar dapat menciptakan lapangan kerja saat mereka lulus kuliah nanti. Mereka jangan lagi berpikir dimana mereka akan bekerja, tapi bagaimana ciptakan lapangan kerja,” ungkapnya.

Di tahun ini, dia tengah membuat buku tentang investasi. Buku tersebut rencananya akan diterbitkan Juni mendatang.