Kangen Jajan di Pasar Senggol? Ke Sini Aja!

Kangen Jajan di Pasar Senggol? Ke Sini Aja!

Pasar Senggol 2016, di Summarecon Mall Bekasi. Acara berlangsung dari 15 April - 8 Mei 2016. (SHNet/Ajeng Listia)

SHNet, Bekasi – Untuk ketiga kalinya, Summarecon Mall Bekasi menyelenggarakan acara festival kuliner Pasar Senggol (Paseng). Paseng 2016 kali ini bertema “Jelajahi Kuliner Asia” dan diadakan mulai 15 April hingga 8 Mei 2016.

Saat SHNet berkunjung ke sana, berbagai macam kuliner tersaji tidak hanya menggoda mata tapi juga membuat air liur membahasi mulut untuk segera mencicipi semuanya. Belum lagi ada stand-stand yang menjual jajanan tempo dulu yang sekejap membawa kenangan ke masa kecil.

Tapi sebelum membeli jajanan di Paseng, tukarkan dulu uang tunai anda dengan lembaran kertas bertuliskan Rp 1 dan Rp 10 sebagai alat transaksi di dalam lokasi Paseng, ya.

Stand pertama menjual es serut modern bernama Ice Lava You. Meniru es serut jaman dulu, Ice Lava You tampak kekinian dengan lumuran topping yang beragam jenis dan warnanya sehingga membuatnya menarik untuk dicicipi.

“Kalau es serut jaman dulu kan caranya es batu diserut di bagian gerobaknya, terus di tekan dikasih sirup, cuma karena saya pernah jalan-jalan, muncul deh ide bikin es serut, dan cara menyajikannya dengan toping yang bervariasi dan kemasan yang unik,” ujar Linda, pemilik stand, Minggu (24/4).

image
Ice Lava You, es serut kekinian yang bisa kamu nikmati layaknya es krim cone. (SHNet/Ajeng Listia)

Toppingnya pun bervariasi, mulai dari strawberry, vanilla, kopi, nata de coco, dan lainnya. Menu Ice Lava You dengan topping yang di-mix ini dijual dengan harga per cup nya 25 ribu.

Es serut ini pun tidak disajikan dalam gelas melainkan dalam cone es krim yang terbuat dari plastik. Jadi bisa diminum sambil mengelilingi stand-stand lainnya.

Menurut Cika, salah satu pengunjung Paseng 2016, “Ice Lava You ini bikin penasaran mau coba, bukan karena es nya aja yang toppingnya warna warni, kemasan berbentuk corong ini juga bikin penasaran, selain itu rasanya juga seger banget beda ngga kayak es serut jaman dulu,” kata dia ketika ditemui Minggu malam.

Bagi penggemar martabak, wajib mengunjungi stand Marmoet Juara alias Martabak Imoet Juara. Ya, sesuai namanya, martabak yang dijual di sini dibuat dengan ukuran mini.

Pemilik Marmoet Juara, Dian, mengatakan, ide martabak mini ini didapat dari pemikiran bahwa ukuran martabak biasa sangat besar dan terlalu banyak untuk porsi satu orang. Sehingga, dibuatlah martabak dalam ukuran mini.

image
Trio Marmoet alias Martabak Imoet ini bisa kamu dapatkan hanya dengan membayar Rp 27.000 saja. (SHNet/Ajeng Listia)

Topping yang ditawarkan pun banyak, ada marshmallow, candy, Yuppi, Toblerone, Nutella dan lainnya. Dari sekian banyak topping yang ada, menu favorit yang sering pengunjung pesan adalah almond, Oreo, fruit loops, dan mede.

Hmm.. rasanya membuat lidah ingin mengecapnya lagi dan lagi setelah satu gigitan pertama.

Untuk masalah harga, jangan khawatir guys, jajanan martabak mini ini dijual dengan harga Rp 27.000 per porsi isi 3 buah dengan topping sesuai selera.

Food Truck

Hal menarik lainnya yang cukup jadi pusat perhatian pengunjung di Paseng kali ini adalah food truck. Mobil yang dirancang khusus untuk menjual makanan ini, membuat mata pengunjung yang datang ke Paseng penasaran untuk mendatangi dan membeli apa yang dijual di food truck ini.

image
Di Food Truck ini, makin besar kamu membeli ukuran hotdog-nya, makin banyak gratisan yang kamu dapat. (SHNet/Ajeng Listia)

Food truck ini menjual hotdog yang tidak seperti biasanya. Terlihat dari slogannya The Real Big Monster, menu hotdog yang dijual food truck ini menyajikan hotdog yang ukurannya mulai dari 20 cm hingga 70 cm. Menariknya lagi setiap pembelian Hotdog berukuran 70 cm akan dibonuskan kentang goreng.

“Setiap ukuran hotdog yang kami jual ukurannya beda-beda, rasanya juga beda-beda, ada barbeque, original, dan lada hitam. Semakin yang dipesan ukurannya yang panjang akan kami bonuskan satu pcs kentang goreng,” ujar Dedi, salah satu penjual hotdog food truck.

Dedi menambahkan, cara menyajikan hotdog ini dijamin bersih dan sehat karena hotdog yang belum di goreng disimpan di dalam lemari es. Dedi dan rekan-rekannya juga selalu memakai sarung tangan ketika menyajikan hotdog yang dipesan oleh para pembeli.

Dengan macam variasi hotdog yang disajikan tentu saja harganya pun bervariasi, mulai dari harga Rp 35.000 untuk ukuran yang 20cm hingga harga Rp 55.000 untuk hotdog yang berukuran 70cm. Jadi tunggu apa lagi untuk mengisi weekend ini, datang dan cobalah satu per satu kulinernya ya.

 

Penulis: Ajeng Listia (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Nasional)