Musang, Si Asing yang Dicinta

Musang, Si Asing yang Dicinta

Seorang anggota Komunitas Musang Lovers Jakarta membopong musang peliharaannya. Mamalia yang jarang dijadikan hewan peliharaan ini ternyata cukup banyak fansnya. (SHNet/Bayu Saputra)

SHNet, Jakarta – Musang. Hewan mamalia ini terdengar asing di telinga. Karena asingnya, tentu tak heran banyak pecinta fauna yang kurang ingin atau tidak tahu bagaimana berinteraksi dengan hewan yang nalurinya berburu di alam liar ini.

Kendati demikian, ternyata ada komunitas pecinta musang. Tepatnya mereka yang tergabung dalam Komunitas Musang Lovers Jakarta. Komunitas ini melakukan kegiatan Sosialisasi di Taman Bambu, Lubang Buaya, setiap hari Sabtu-Minggu dan Rabu-Kamis di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Bagi yang kurang akrab dengan musang, bisa digambarkan kalau hewan ini agak mirip dengan kucing namun memiliki tubuh yang lebih panjang dan ramping. Ada beberapa jenis musang yang tubuhnya lebih besar.

Sama seperti kelelawar, musang masuk dalam kategori hewan Nokturnal alias hewan yang aktif mencari makan di malam hari. Musang merupakan hewan karnivora (pemakan daging-dagingan) tapi ada juga beberapa jenis musang yang memakan buah-buahan dan biji-bijian.

Bagi Abdullah, anggota Komunitas Musang Lovers Jakarta, merawat musang yang punya karakter di atas tadi tidaklah sulit. Jenis musang yang dipeliharanya yaitu jenis biul dan masih berusia 8 bulan. Menurutnya, cukup disediakan buah-buahan dan sesekali daging-dagingan agar sifat asli musang yaitu karnivora, tidak hilang.

“Untuk perawatan nya sih gak terlalu sulit ya, untuk makannya aja biasanya kita kasih kaya buah pisang, pepaya, terus kalo makanan selain buah paling ya kepala ayam,” tuturnya.

Saat mengunjungi komunitas ini di Taman Bambu, SHNet berhasil mewawancarai Mantu, Humas Komunitas Musang Lovers Jakarta. Dia mengatakan, komunitas ini berdiri sejak 24 September 2002 dengan tujuan untuk memberikan sosialisasi, edukasi, serta mengajak untuk berinteraksi dengan hewan karnivora ini.

“Tujuan kita disini ya untuk sekedar sosialisasi, edukasi, sama ngajak masyarakat untuk berinteraksi sama musang,” tegasnya.

Dengan keberanian yang cukup, seorang anak berhasil membiarkan seekor musang menaiki tubuhnya. Komunitas Musang Lovers Jakarta memperkenalkan musang kepada masyarakat dengan cara yang ramah. (SHNet/Bayu Saputra)
Dengan keberanian yang cukup, seorang anak berhasil membiarkan seekor musang menaiki tubuhnya. Komunitas Musang Lovers Jakarta memperkenalkan musang kepada masyarakat dengan cara yang ramah. (SHNet/Bayu Saputra)

Aman

Dia memastikan setiap kegiatan kelompoknya tersebut disertai keamanan bagi pengujung taman baik yang secara khusus ingin melihat musang ataupun bagi yang tidak. “Ya jelas aman lah, kan sudah jinak,” katanya ketika ditanyakan mengenai keamanan kegiatan itu.

Hari itu, tampak ada banyak orang tua yang mengajak anak mereka untuk tidak segan-segan berinteraksi dengan musang yang bertingkah laku lucu dan manja. Pengunjung taman dibuat betah berlama-lama untuk sekedar menggendong ataupun bercanda ria dengan hewan tersebut.

Rohman, salah satu pengunjung, mengatakan, ia sering berkunjung ke taman ini setiap akhir pekan dan merasakan kegembiraan ketika ikut berinteraksi dengan musang-musang tersebut.

“Saya sih seneng aja gitu ngeliatnya, soalnya musangnya lucu sih. Enak juga kalo di ajakin becanda, walaupun suka gigit-gigit gitu tapi itu cuma boongan,” ucapnya.

Mau mencoba digigit-gigit lucu juga? Silakan datang ke Taman Bambu atau Taman Mini, ya!

 

Penulis: Bayu Saputra (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Nasional)