Pulau Buru Tanah Air Mata Beta

Pulau Buru Tanah Air Mata Beta

SHNet, Jakarta – Apa saja yang terjadi di Pulau Buru? Dalam sejarah republik, Pulau Buru yang terletak di Kepulauan Maluku memiliki cerita dan tempat sejarah tersendiri.

Pulau itu identik dengan penindasan, ketidakadilan, juga kekejaman sejarah setelah Soeharto berhasil mengambil alih kekuasaan Soekarno sebagai presiden, setelah Gerakan 30/September 1965 meletus.

Pulau itu dikenal sebagai tempat penahanan orang-orang yang dianggap merah atau dimerahkan. Mereka yang katanya terlibat langsung atau menjadi simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI). Salah satu seniman yang banyak menghabiskan waktu di Pulau adalah Hersri Setiyawan.

Mantan Ketua Lekra Jawa Tengah itu kemudian mengangkat kisah suka, duka di sana dalam sebuah Memoar Pulau Buru. Namun kini, memoar setebal 584 halaman tersebut diangkat ke dalam film.

Menurut rencana, film yang dibuat Rahung Nasution itu akan diputar perdana di Goethe Institute, pada Rabu, 16 Maret 2016. Rahung dalam perbincangan dengan SHNet mengatakan, film itu berdurasi 40 menit. Pembuatan film itu dilakukan selama setahun dengan mengambil lokasi di Pulau Buru.

“Film ini terinspirasi memoar Pulau Buru yang dikarang Hersri. Saya ke sana bersama dengan Hersri dan anaknya,” ujarnya. Jadi, bagi yang ingin melihat sejarah kelam masa lalu, jangan lewatkan film ini. Datanglah menonton! Film ini gratis dan terbuka untuk umum. (Tutut Herlina)