Yuk, Nikmati Serunya Museum Angkut Malang

Yuk, Nikmati Serunya Museum Angkut Malang

Bus tingkat yang ditunjukkan di dalam Buckingham Palace, Museum Angkut, Batu, Malang. SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti

SHNet, Malang – Ada yang beranggapan melakukan wisata di museum sangat membosankan. Bahkan ada pula yang mengkaitkan dengan hal-hal berbau misteri jika berkunjung ke museum.

Anggapan itu akan terbantah di Museum Angkut, Batu, Malang. Kenapa? Karena Museum Angkut adalah museum transportasi modern pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang memadukan unsur seni dan budaya. Tak hanya itu, museum ini juga menawarkan konsep edukasi dan entertaiment yang sangat menyerukan.

Museum Angkut terletak di lereng gunung Panderman dengan luas 3,8 hektar. Untuk sampai ke Museum Angkut, butuh 40 menit dari pusat Kota Malang dengan tiket masuk untuk weekday Rp 60 ribu dan Rp 80 ribu saat weekend. Di museum ini, pengunjung akan dipuaskan dengan melihat 300 lebih koleksi kendaraan mulai dari yang tradisional hingga modern.

Menariknya, di Museum Angkut kendaraan – kendaraan yang dibagi beberapa zona. Pengunjung tidak akan bosan, karena di setiap zona dilengkapi dengan berbagai ornamen dan landmark khas. Jadi, jangan lupa siapkan kamera untuk foto-foto. Bagi pengunjung yang berfoto pake kamera ponsel, tidak dikenakan biaya. Sementara jika menggunakan kamera DSLR dan sejenisnya, harus membayar Rp 30 ribu.

Masuk Museum Angkut, pengunjung langsung disambut oleh robot transformer berukuran besar. di Hall ini, terdapat koleksi kendaraan dari berbagai negara. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah di hall ini terdapat mobil yang digunakan Presiden Soekarno dan Kereta Kencana.

Zona Edukasi

Zona ini sangat tepat sekali bagi orangtua yang ingin memberikan bekal pendidikan kepada anak-anaknya tentang sejarah perkembangan transportasi. Karena di museum ini benar-benar menunjukkan kendaraan yang bergerak mulai dari tenaga binatang hingga tenaga listrik. Tak hanya pada zona ini juga dapat mengetahui sejarah perkembangan kendaraan darat, laut hingga di yang udara.

Garu, alat bajak sawah. SHNet - Ninuk Cucu Suwanti
Garu, alat bajak sawah. SHNet – Ninuk Cucu Suwanti

Zona Sunda Kelapa dan Batavia

Pada zona ini, pengunjung akan dapat melihat replika Pelabuhan Sunda Kelapa lengkap dengan miniatur kapal. Tak hanya itu, di Zona ini juga terdapat kendaraan-kendaraan khas Jakarta seperti becak, bajaj dan andong. Suasana seolah-olah ada di Jakarta tempo dulu, semakin lengkap dengan toko-toko berejaan belanda, toko-toko milik keturunan tionghoa hingga Stasiun Jakarta Kota. Di depan toko-toko ini, terdapat gerobak-gerobak makanan khas Jakarta tempo dulu, salah satunya kerak telor.

Istimewa
Istimewa

Zona Jepang

Mengulas soal kendaraan tidak lengkap memang jika tidak menyinggung Jepang. Negara yang tak perlu diragukan teknologinya, tentu harus diperhitungkan koleksi transportasinya. Mulai dari Honda, Suzuki, Kawasaki hingga Toyota.

SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti
SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti

Zona Gangster dan Broadway

Berada di zona ini membuat pengunjung akan masuk dalam dunia gangster dan broadway 1970an. Jadi, tak perlu jauh-jauh ke luar negeri karena di Museum Angkut suasana Broadway Street memang patut diacungin jempol.

SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti
SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti

Zona Eropa

Bicara transportasi, Benua Eropa memiliki Inggris, Jerman, Italia dan Perancis yang memproduksi kendaraan. Seperti halnya Mobil Fiat 1100 Tahun 1948 – 1100 CC buatan Italia yang ditampilkan pada zona ini. Lalu mobil Citroen 2CV Tahun 1972 – 602 CC buatan Perancis.

SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti
SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti

Kemudian mobil Mercedes Benz 2000 Tahun 1967 – 1988 buatan Jerman hingga mobil Rolls Royce Silver Shadow buatan tahun 1976 – 6750.

SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti
SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti

Koleksi yang ditampilkan pada Zona Eropa tidak hanya kendaraan. Zona ini juga terdapat miniatur Menara Eiffel, London Market Hall, Patung The Beatles yang jalan beriringan, Tentara Inggris. Hingga Mr Bean yang duduk di sofa di atas mobil mini cooper.

SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti
SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti

Daya tarik lain Zona Eropa adalah Buckingham Palace. Masuk ke dalam Buckingham Palace, bukan hanya akan melihat kendaraan asal Inggris. Tapi pengunjung juga bisa berfoto dengan Ratu Elizabeth.

SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti
SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti

Zona Hollywood

Bayangan seperti ada di Hollywood benar-benar ditunjukkan pada zona ini. Tak kalah menarik dengan zona lain yang ada di Museum Angkut.

SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti
Jpeg

Pada zona ini ada mobil tokoh Batman, Scooby Doo, Cars hingga mobil-mobil yang ada di film-film Hollywood.

SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti
SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti

Daya tarik lainnya di zona ini adalah patung Hulk berukuran raksasa, dimana kaki kanannya tengah menginjak 2 mobil. Kemudian ada mobil juga mobil hingga miniatur patung liberty.

SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti
SHNet/ Ninuk Cucu Suwanti

Akhir dari keseruan di Museum Angkut Malang, ditutup dengan melewati gerbong kereta api. Saat melewati gerbong ini, pengunjung akan dibuat seolah-olah terayun-ayun. Makin lengkap, karena di Museum ini terdapat pasar Apung. Pasar yang menyediakan makanan khas Malang hingga oleh-oleh.

NO COMMENTS