TPP Bahayakan Akses Publik

TPP Bahayakan Akses Publik

Ilustrasi/Ist

satudunia kecilDirektur SatuDunia Firdaus Cahyadi mengatakan, keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bergabung dalam perjanjian perdagangan bebas Trans-Pacific Partnership (TPP) dapat membahayakan kehidupan masyarakat. Sebab, atas nama perlindungan kekayaan intelektual, TPP membatasi akses warga negara terhadap obat-obatan murah dan juga pengetahuan.”

TPP menghendaki pengaturan yang lebih represif untuk hak kekayaan intelektual (Intellectual Property Rights/IPRs), seperti copyright dan paten. Salah satu contohnya adalah copyright untuk buku diperpanjang dari 50 tahun menjadi 70 tahun sejak kematian penulis. Dengan demikian, aksesk publik terhadap konten pengetahuan menjadi sulit.

Sementara itu, paten untuk obat dapat diperpanjang menjadi lebih dari 20 tahun. Ini menyebabkan, akses publik terhadap obat-obat generik murah menjadi sulit. “Aturan itu dipandang terlalu pro-korporasi farmasi dengan mengorbankan kepentingan publi,” katanya.

Selain itu dengan TPP, kebebasan pertukaran informasi dan pengetahuan di internet akan dihilangkan dengan atas nama perlindungan hak cipta. “Sebuah website akan lebih mudah diblokir dengan mengatasnamakan perlindungan hak cipta,” ujarnya.

Akibatnya, hak warga berekspresi dan mengakses informasi serta pengetahuan melalui internet benar-benar dalam bahaya. “Kami sadar penolakan terhadap TPP ini bukan sesuatu yang mudah karena akan melawan kekuatan ekonomi-politik yang besar. Terkait itulah kami menggalang dukungan publik untuk menolak TPP,” katanya.

SatuDunia menggalang dukungan pendanaan publik melalui https://kitabisa.com/tolaktpp. Dukungan pendanaan publik ini rencananya akan digunakan untuk melakukan kampanye publik dan media massa untuk menolak TPP.

“Kegiatan terdekat adalah media gathering di 7 kota di Indonesia. Kami yakin bahwa hanya dengan dukungan publik yang kuat, kita bisa bersama-sama menolak perjanjian dagang TPP.”

Sumber : Siaran Pers SatuDunia
Email: firdaus@satudunia.net

NO COMMENTS