Tim Advokasi Erwin Natosmal Respon Pelaporan ke Polisi

Tim Advokasi Erwin Natosmal Respon Pelaporan ke Polisi

Erwin Natosmal Oemar/Ist

LogoICWErwin Natosmal Oemar, seorang peneliti hukum dari Indonesian Legal Roundtable (ILR) dilaporkan oleh Kapolri Jend. Badrodin Haiti karena mengeluarkan pendapatnya di acara Indonesian Lawyers Club (ILC) TV One.

Pada 25 Agustus 2015, Erwin oleh salah seorang dari TV One untuk menjadi salah satu narasumber dalam program TV One, ILC dengan tema Buntut Kasus Sarpin: Mahkamah Agung (MA) vs Komisi Yudisial (KY).

Dewan Pers pada tanggal 19 Januari 2016 telah mengeluarkan pendapatnya dan telah dikirimkan kepada Kapolri Badrodin Haiti dan ditembuskan ke Presiden Joko Widodo.

Dalam surat tersebut Dewan Pers berpendapat, “acara Indonesian Lawyers Club yang ditayangkan TV One adalah produk jurnalistik yang dilindungi undang-undang pers. Para narasumber yang diundang untuk hadir dan berbicara dalam acara tersebut dipilih dan diketahui oleh pemred dan semua yang disampaikan kemudian ditayangkan melalui siaran TV sepenuhnya adalah tanggung jawab redaksi”.

Namun, di hari yang sama pada tanggal 19 Januari 2016, Bareskrim Mabes Polri tetap mengirimkan surat panggilannya yang ke dua kepada Erwin Natosmal Oemar.

Untuk merespon hal tersebut, Tim Kuasa Hukum akan mengadakan konferensi pers pada: Selasa/09 Februari 2016, pukul 12.00 WIB, Di Kantor LBH Pers, Jl Kalibata Timur IV G no 10, Pancoran.

Beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menjadi Tim Advokasi Pembela Kebabasan Berekspresi. Tim ini terdiri dari LBH Pers, ICJR, Elsam, Imparsial, ILR, YLBHI, LBH Jakarta, ICW, AJI Indonesia.

Dari : humas@antikorupsi.org

NO COMMENTS