Spotlight, Film Terbaik Oscar 2016 (Ist)

SHNet, Jakarta – Kemenangan yang mengejutkan. Drama tentang surat kabar Spotlight menang sebagai film terbaik dalam ajang Academy Awards ke-88, mengalahkan pesaing kuat dan favorit utama, epik penyintas The Revenant. Drama tentang investigasi Boston Globe tentang skandal kekerasan seksual Gereja Katolik juga meraih trofi untuk penulisan skenario. Sementara secara keseluruhan, Mad Max: Fury Road keluar sebagai juara umum dengan enam Oscar, terutama dalam kategori teknis.

Meskipun trofi film terbaik terlepas, The Revenant tidak pulang dengan tangan kosong. Academy memberikan film ini trofi sutradara terbaik untuk Alejandro G. Iñárritu, aktor terbaik untuk Leonardo DiCaprio, dan sinematografer terbaik.

Malam itu adalah malam politik. Setiap pemenang dan presenter menggunakan momen mereka di atas panggung untuk menyorot berbagai isu mulai dari pemanasan global hingga pemerkosaan di kampus. Upacara minggu malam itu juga membuka kesadaran tentang krisis terkelam yang pernah dihadapi acara itu. Kecaman tentang tiadanya unggulan aktor kulit berwarna untuk dua tahun berturut-turut memunculkan boikot dari figur-figur top seperti Spike Lee and Jada Pinkett Smith, tagar viral #OscarsSoWhite, dan protes di luar Dolby Theater yang dipimpin pendeta Al Sharpton.

Pembaca acara Chris Rock tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membicarakan isu besar itu. Dalam monolognya, Rock mengatakan bahwa ia telah mempertimbangkan untuk berhenti membawakan acara tersebut, sebelum mengatakan ia mempertimbangkannya kembali.

“Hal terakhir yang saya perlukan adalah memberikan pekerjaan ini kepada Kevin Hart,” kata Rock. Ia menambahkan, “Jika mereka menominasikan para pembawa acara, saya bahkan tidak akan mendapat pekerjaan ini. Anda akan menyaksikan Neil Patrick Harris saat ini.”

NO COMMENTS