Gotong Royong Masih Ada di Era Digital

Gotong Royong Masih Ada di Era Digital

Gotong royong masih ada di era digital. (Ist)

SHNet, Jakarta- Gotong royong di era digital ternyata masih ada. Cara menerapkannya saja yang berbeda. Hal tersebut diutarakan oleh pendiri Indorelawan.org Widharmika Agung dalam diskusi Membangun Budaya Bangsa dan Nilai Keindonesiaan Demi Masa Depan Bangsa yang diselenggarakan oleh Yayasan Suluh Nuswantara Bakti, di Jakarta, Sabtu (6/2).

Widhar menjelaskan, banyak anak-anak muda sekarang yang melakukan gotong royong lewat kegiatan-kegiatan sosial. Mereka juga memanfaatkan media sosial (medsos) untuk kegiatan sosial tersebut.

Contohnya, Indorelawan.org yang merupakan pasar tempat bertemunya organisasi sosial dengan relawan. Pada Desember 2015 ada 10.368 relawan yang bergabung di website ini. Dari jumlah tersebut, tiap bulannya ada sekitar 5 persen relawan yang aktif melakukan kegiatan sosial.

“Mereka yang aktif didominasi anak-anak muda usia 18-24 tahun mulai dari pelajar hingga pekerja. Dan yang paling banyak adalah perempuan. Ini menunjukan bahwa generasi muda di era digital masih suka gotong royong melakukan kegiatan sosial,” papar Widhar.

Menurutnya, ada tiga isu yang paling diminati oleh para relawan yakni lingkungan, pendidikan dan sosial masyarakat. “Gotong royong merupakan nilai mutlak yang harus dipertahankan di Indonesia. Walaupun tidak seksi, namun masih banyak generasi muda yang senang gotong royong,” ujarnya.

Dia menambahkan, yang menjadi tantangan saat ini adalah komunikasi dengan generasi muda tersebut seperti menggunakan kata gotong royong atau volunteering. Selain itu, komunikasi dan relevansinya.

Media digital diperlukan, sebab anak-anak muda menggunakan media masa depan. Menurutnya, dunia digital sifatnya netral, termasuk dalam memperjuangkan nilai-nilai keindonesiaan.

NO COMMENTS