Pansus Freeport Tak Terbendung

Pansus Freeport Tak Terbendung

Masinton Pasaribu (Ist)

SHNet, JAKARTA – Sejumlah anggota DPR dari beberapa fraksi menggalang dukungan pembentukan panitia khusus (pansus) PT Freeport Indonesia.

Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP), Masinton Pasaribu, berpendapat pembentukan pansus akan lebih bermanfaat bagi bangsa Indonesia ke depan. Manfaat yang dimaksud adalah bisa mereview (meninjau kembali-red) kontrak-kontrak dengan PT Freeport Indonesia.

Hal itu disampaikan Masinton di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/1). “Karena lingkup persoalan yang akan diselidi cukup banyak, maka pansus inilah yang paling tepat untuk penyelesaian masalah Freeport,” katanya.

Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, mengatakan pembentukan pansus memang lebih strategis dibandingkan dengan pembentukan panja (panitia kerja) yang skalanya hanya di komisi DPR saja. Lagipula untuk menggalang dukungan pembentukan pansus relative lebih mudah, cukup 20 orang dari dua fraksi.

“Usulan ini sebaiknya secepatnya dibentuk, agar masalah Freeport terang benderang,” ujar Hendri. Pemimpin DPR, seperti Fahri Hamzah (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera/FPKS), Agus Hermanto (Fraksi Partai Demokrat), dan Fadli Zon (Fraksi Partai Gerindra) telah menyetujui pembentukan pansus tersebut.

“Jadi, kita mendorong Ketua DPR yang baru, Ade Komarudin untuk melakukan gebrakan maksimal dengan membentuk Pansus Freeport,” kata Hendri. Juru bicara Lembaga Survey Kedai Kopi tersebut menilai, pansus memiliki kekuatan politik yang tinggi untuk memanggil pihak pihak yang selama ini berkaitan langsung dan tak langsung dengan PT Freeport.

Jika terbentuk, pansus bisa menggali kembali keterangan Menteri ESDM, Sudirman Said, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang kerabat dekatnya melakukan pertemuan dengan petinggi Freeport beberapa waktu lalu.

Dukungan pembentukan pansus Freeport antara lain datang dari FPDIP, Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera dan Fraksi Partai Gerindra.

NO COMMENTS