Kepala Sekolah Diingatkan Isi PDSS

Kepala Sekolah Diingatkan Isi PDSS

Ilustrasi/Ist

SHNet, Yogyakarta – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, R Kadarmanto Baskara Aji mengingatkan hendaknya pihak sekolah harus mengisi
Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Sebab, tuturnya, proses pendaftaran SNMPTN melibatkan sekolah dengan mengacu PDSS.

Menurut Baskara Aji, tahun-tahun lalu masih ada sekolah yang tidak melengkapi PDSS sehingga tidak ada kesempatan bagi peserta didiknya untuk bisa masuk ke PTN melalui SNMPTN.

“Karena itu, saya berharap pada tahun ini tidak ada satu pun sekolah, baik SMA, MA, atau SMK di DIY yang tidak mengisi PDSS,” kata Baskara Aji dalam sosialisasi penerimaan mahasiswa baru oleh 4 Perguruan Tinggi Negeri (UGM, UNY, UIN dan UPN) di Grha Sabha Pramana UGM, Rabu (20/1).

Dalam sosialisasi tersebur, Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Sri Peni Wastutiningsih menjelaskan, seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun 2016 akan dibagi dalam tiga sistem. Pertama jalur SNMPTN yang berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik; kedua jalur SBMPTN yakni berdasarkan hasil ujian baik tertulis, komputer maupun ketrampilan lainnya, dan ketiga adalah jalur Seleksi Mandiri (SM) dari masing-masing PTN.

“Persentase penerimaan dari SNMPTN minimal 40 persen, SBMPTN minimal 30 persen dan SM kuota maksimal 30 persen,” kata Sri Peni.

Untuk UGM, menurut Sri Peni, terdapat 66 program studi yang akan menerima 6.622 mahasiswa baru. Dari jumlah ini, 2.649 di antaranya diterima melalui SNMPTN, sedangkan SBMPTN dan SM masing-masing memiliki kuota untuk 1.987 mahasiswa baru. Sementara itu ketiga PTN lain, yaitu UNY, UIN, dan UPN menerima masing-masing 5.055, 3.390, dan 2.650 mahasiswa baru.

Dijelaskan, bagi pendaftar bahwa untuk SNMPTN 2016, pengisian dan verifiksi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dimulai 18 Januari sampai 20 Februari 2016 sementara pendaftaran 29 Februari sampai 12 Maret 2016. Untuk SBMPTN pendaftaran Computer Based Test dimulai 25 April-9 Mei 2016, Paper Based Test 25 April-20 Mei 2016.

Sri Peni menginformasikan, penyelenggaraan seleksi tahun ini terdapat beberapa perubahan. Perubahan itu di antaranya adalah proporsi penerimaan mahasiswa melalui SNMPTN menurun menjadi 40 persen. Selain itu ada perubahan metode untuk ujian tertulis. Pada ujian tertulis ini tidak hanya menggunakan metode paper-based test, tapi juga dengan computer-based test (CBT).

“Untuk pelaksanaan CBT akan ada requirement dari panitia pusat yang harus dipenuhi. Tapi kalau ditanya apakah kita siap, jelas siap,” tegas Sri Peni.

Sri Peni juga wanti-wanti agar tak percaya bila ada seseorang yang menjamin bisa lolos tanpa melalui seleksi yang telah ditentukan. (Yuyuk Sugarman)

NO COMMENTS